Jurnal Srigunting

serba benar membuat diri kita tak mau melihat yang lain, serba tahu membuat diri kita tak mau mendengarkan orang lain

Terrorism and Radicalization !!! cancer in Indonesia

http://news.detik.com/berita/d-3345079/profil-juanda-terduga-pengebom-samarinda-eks-napi-yang-pamit-jadi-buruh
Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu pagi pukul 10.10 WITA. Puluhan jemaah baru saja selesai mengikuti kebaktian. Mereka tengah menuju area parkir saat tiba-tiba seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor melemparkan sebuah bom molotov.

Duarrrr! Suasana pun mendadak panik. Seorang pelaku dan 4 anak-anak terluka akibat bom tersebut. Senin dini hari tadi, Intan (2,5 tahun) satu dari 4 anak yang menjadi korban ledakan bom meninggal dunia.

Sementara seorang pelaku yang belakangan diketahui bernama Juanda terluka. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan profil Juanda yang diduga menjadi pelaku pengeboman.

Menurut Boy, Juanda adalah mantan narapidana dalam kasus peledakan bom di Serpong, Banten pada 2011 lalu. Dia juga terlibat dalam jaringan bom buku.

Saat menjalani masa tahanan, Juanda mendapatkan remisi. Menjelang Idul Fitri tahun ini dia mendapatkan bebas bersyarat. “Yang bersangkutan (Juanda) ke Samarinda dan sebagai buruh di sana,” kata Boy kepada wartawan dalam konferensi pers di Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/11/2016).

Selama di Samarinda, kata Boy, Juanda tinggal di sebuah masjid. Dari situlah kemudian dia merancang serangan. Di sebuah toko dia membeli pupuk belerang, arang dan cuka alkohol 70 persen yang memang mudah didapat di pasaran. “Dia merakit sendiri, 3 hari hingga Minggu yang bersangkuta melempar bom di rumah ibadah tersebut,” papar Boy.

Juanda, belajar merakit bom di Aceh pada kurun waktu 2009 sampai 2011. Saat ini Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Markas Besar Kepolisian RI terus mengembangkan kasus ini. Tercatat hingga saat ini ada 15 orang yang sudah diminta keterangan.

LINI MASA: SERANGAN TEROR DI PENJURU DUNIA 2016

Sumber :

http://www.rappler.com/indonesia/140923-kronologi-aksi-teror-2016

https://metro.tempo.co/read/news/2016/10/20/064813693/3-polisi-di-tangerang-korban-serangan-dirujuk-ke-rs-siloam

 

Berikut adalah lini masa serangan teror yang terjadi di seluruh dunia dan terutama di Indonesia  sepanjang 2016:

1.
2. 20 Oktober 2016 Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Kota Tangerang, Indonesia Korban : Tiga polisi korban penyerangan, yang diduga dilakukan anggota Daulah Islam bernama Sultan Aziansah, dirujuk ke Rumah Sakit Siloam. Sebelumnya, dua korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang. Penyerangan yang mengakibatkan korban luka itu terjadi di pos polisi di kawasan pendidikan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Kota Tangerang, Kamis, 20 Oktober 2016, pukul 07.10.

Korban adalah Kepala Kepolisian Kota Tangerang (Benteng) Komisaris Polisi Efendi, yang mengalami luka tusuk pada torak jantung. Korban lain, Inspektur Satu Bambang Haryadi, adalah Kepala Unit Pengendalian Massa Kepolisian Resor Metropolitan Kota Tangerang, yang mengalami luka pada dada kiri dan punggung kiri. Satu korban lagi anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Benteng Brigadir Sukardi, yang terluka pada punggung kanan dan lengan kanan.

Adapun pelaku penyerangan dengan senjata tajam itu mengalami luka tembak pada dua pahanya. dirawat dan akhirnya tewas di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Peristiwa itu terjadi mendadak dan membabi buta. Pelaku, yang teridentifikasi sebagai warga Lebak Wangi Sepatan, Kabupaten Tangerang, menyerang anggota kepolisian dengan badik dan pisau. Pelaku juga melempar sumbu menyerupai bahan peledak. Polisi telah menyita barang bukti, di antaranya sebilah pisau, sebilah badik, sarung badik, serta dua benda diduga bom pipa yang terletak di pinggir jalan dan di pinggir kali.

Selain itu, penyidik kepolisian menyita satu tas warna hitam, sehelai sorban putih, dan selembar stiker yang menempel di pos lantas.

3. 17 September Tempat: Mall St. Cloud, Minnesota, Amerika Serikat Korban: 8 orang terluka. Tidak ada korban tewas, Pelaku: Harian lokal Minneapolis Star Tribune menyebut identitas pelaku sebagai Dahir Adan dan berusia 22 tahun. Dia diketahui merupakan anak dari migran Somalia. Menurut ayahnya, Ahmed Adan, putranya dilahirkan di Afrika, tetapi sudah bermukim di Amerika Serikat lebih dari 15 tahun.

Sementara, pada Minggu pagi, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim Adan sebagai salah satu prajurit mereka. Walaupun hingga kini belum diperoleh bukti mengenai motif pelaku. ISIS kerap mengklaim serangan lainnya yang dilakukan berbagai individu, walaupun belum tentu terkait dengan kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi itu.

Kepala Polisi kota St. Cloud, William B. Anderson mengatakan pelaku mengenakan seragam perusahaan keamanan swasta.

Dia kemudian masuk ke dalam pusat perbelanjaan di Minnesota. Menurut keterangan saksi, pelaku sempat bertanya kepada pengunjung mall apakah mereka Muslim, lalu dia menusuk korban.

Aksi penusukan terjadi di beberapa tempat di dalam mall, termasuk di ruang berkumpul dan beberapa toko. Pusat perbelanjaan itu dijaga oleh petugas keamanan, tetapi mereka tidak dilengkapi senjata api ketika bertugas.

Saat beraksi, pelaku sempat menyebut nama Allah.

“Apa yang kami ketahui saat ini, pelaku beraksi seorang diri dan menyerang setidaknya 8 orang. Apakah ini termasuk serangan teroris atau tidak, saya tidak akan mengatakannya saat ini karena kami memang tidak tahu,” ujar Anderson.

Pelaku berhasil ditembak mati oleh petugas keamanan yang sedang tidak bertugas.

4. 28  Agustus 2016 Tempat : medan Sumatera Utara terjadi percobaan Bom Bunuh Diri Di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep jln Dr Mansur.Yg mengakibatkan Pastor Albert S. Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri, kronologi : sesaat Pastor Albert S. PANDINGAN saat mau berkotbah di depan mimbar dikejar dan mw menghampiri pastor oleh seorang laki-laki yang bernama Ivan Armadi Hasugihan, dengan menggendong Bom tersebut yang dirakit dengan pipa warna kuning sambil memegang pisau dapur hendak menyerang pastor, selanjutnya personil dari Den Gegana Team jibom telah melakukan sterilisasi di Gereja.
5. 21 Agustus 2016 Tempat: di Gaziantep, perbatasan antara Turki dengan Suriah Korban: berdasarkan laporan Majalah Time, korban tewas mencapai 51 orang, 69 orang terluka dan sebanyak 17 orang di antaranya mengalami kondisi kritis

Pelaku: bomber bunuh diri diketahui seorang anak-anak berusia 12 hingga 14 tahun. Dipastikan pelaku merupakan bagian dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia melakukan aksi bunuh diri dengan menyasar sebuah pesta pernikahan warga Kurdistan yang digelar di luar ruangan.

Ketika berbicara di stasiun televisi nasional, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan ISIS merupakan sebuah organisasi di Gaziantep atau mencoba membuat ruang di sana dalam beberapa waktu belakangan.

“Tentu saja operasi keamanan sudah dan sedang dilakukan. Pasukan keamanan kami akan melakukan operasi dengan initensitas yang lebih besar,” ujar Erdogan seperti dikutip Time.

11-12 Agustus 2016 Tempat: Hua Hin, Phuket, selatan Provinsi Trang dan Surat Thani Korban: 4 orang

Pelaku: belum diketahui. Serangan bom ke Thailand terjadi beberapa kali di beberapa lokasi berbeda sejak Kamis malam. Dua bom pertama meledak di resor mewah di kota Hua Hin yang menewaskan 1 perempuan Thailand dan melukai lebih dari 20 orang lainnya, termasuk 9 turis asing.

Dua bom itu disembunyikan di sebuah pot bunga lalu diledakan dari jarak jauh dengan menggunakan telepon genggam. Selisih antara bom pertama dengan kedua sekitar 30 menit.

Dua bom lainnya meledak di kota wisata lainnya, Phuket. Lalu dua ledakan lainnya terjadi di selatan Provinsi Trand dan Surat Thani. Dari dua kejadian itu masing-masing menyebabkan 1 korban jiwa.

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha menyerukan agar warga tetap tenang dan menyebut tidak mengetahui siapa pelaku di balik 6 ledakan tersebut.

“Serangan bom merupakan upaya untuk menciptakan kekacauan dan kebingungan. Kita seharusnya tidak membuat orang lebih panik,” ujar Prayut.

6. 8 Agustus 2016 Tempat: Quetta, Pakistan Korban: 70 tewas

Pelaku: Serangan bom bunuh diri menimpa sebuah rumah sakit umum di Quetta. Pada saat yang sama, 200 orang pengacara dan jurnalis Pakistan tengah berkumpul untuk berkabung atas tewasnya rekan mereka yang ditembak sehari sebelumnya.

Serangan ini diklaim oleh fraksi Taliban di Pakistan Jammat-ul-Ahrar (JuA) sekaligus ISIS.

7. 1 Agustus 2016 Tempat: Kabul, Afghanistan Korban: 1 tewas

Pelaku: Sebuah truk bermuatan bom meledak di hotel yang dipadati oleh tamu asing di pinggiran kota Kabul. 4 orang penyerang tewas, di mana satu meledakkan diri dan 3 lain ditembak polisi. Belakangan, kelompok teroris Taliban mengaku berada di balik penyerangan tersebut.

8. 26 Juli 2016 Tempat: St.-Étienne-du-Rouvray, Perancis Korban: 1 tewas

Pelaku: Dua orang tak dikenal menyerbu sebuah gereja, yang mengakibatkan seorang pastor tewas digorok. Mereka juga menahan beberapa orang sandera. ISIS mengklaim keduanya merupakan ‘tentara’ mereka.

9. 25 Juli 2016 Tempat: Ansbach, Jerman Pelaku: Seorang migran pencari suaka dari Suriah meledakkan diri di festival musik. Tidak ada korban jiwa, namun tindakan ini diduga karena ia dua kali menerima deportasi, meski sudah mendapat suaka di Bulgaria.
10. Tempat: Florida, AS Korban: 2 tewas

Pelaku: Setidaknya dua orang tewas dan 14 terluka dalam penembakan yang terjadi di sebuah klub malam, Club Blu, yang terletak di Fort Myers, Florida. Mayoritas korban adalah remaja, yang diketahui sedang menghadiri pesta di klub malam tersebut.

11. 22 Juli 2016 Tempat: Munich, Jerman Korban: 9 tewas

Pelaku: Polisi Jerman berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan, seorang pria Jerman keturunan Iran dan berusia 18 tahun. Polisi menduga pelaku bunuh diri dan hanya beraksi seorang diri (lone gunman).

18 Juli 2016 Tempat: Bavaria, Jerman Korban: 5 luka-luka

Pelaku: Seorang pengungsi berusia 17 tahun asal Afganistan menyerang penumpang kereta lokal dengan pisau dan kapak. Di kamar pemuda ini ditemukan gambar bendera ISIS.

15 Juli 2016 Tempat: Nice, Perancis Korban: 84 tewas

Pelaku: ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Nice, Perancis. Mereka menyebut Mohamed Lahouaiej Bouhlel, pengemudi truk putih maut tersebut, sebagai “pejuang” mereka.

Sebelumnya, Bouhlel menabrakkan truk ke kerumunan orang yang tengah merayakan Bastille Day.

9 Juli 2016 Tempat: Dallas, Amerika Korban: 5 tewas

Pelaku: Micah Xavier Johnson melakukan aksi balas dendam terhadap kepolisian atas kasus penembakan terhadap sesama ras kulit hitam yang sebelumnya terjadi.

7 Juli 2016 Tempat: Balad, Irak Korban: 26 tewas

Pelaku: Jihadis ISIS melakukan aksi bom bunuh diri di depan makam ibn Ali al-Hadi.

5 Juli 2016 Tempat: Surakarta, Indonesia Korban: 0

Pelaku: Nur Rohman meledakkan dirinya di kantor polisi Surakarta. Serangan ini melukai satu anggota, namun tak ada korban jiwa. Ia terkait jaringan Aman Abdurahman dan juga bagian dari kelompok hisbah Solo yang berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah.

4 Juli 2016 Tempat: Madinah, Arab Saudi Korban: 5 tewas

Pelaku: Ledakan bom bunuh diri terjadi di dekat Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. Pelaku meledakan bom yang dipasang dalam bentuk sabuk ketika akan dikonfrontir oleh petugas keamanan Ia diduga berkaitan dengan ISIS.

1 Juli 2016 Tempat: Dhaka, Bangladesh Korban: 24 tewas

Pelaku: 5 orang penembak liar menyerbu Restoran Holey Artisan Bakery. Belakangan, ISIS mengakui serangan ini diinisasi mereka.

28 Juni 2016 Tempat: Bandara Ataturk, Turki Korban: 36 tewas

Pelaku: Serangan bom bunuh diri di Bandara Ataturk dilakukan oleh 3 orang yang diduga terlibat dengan ISIS. Meski demikian, para pelaku memiliki kewarganegaraan yang berbeda-beda.

16 Juni 2016 Tempat: Birstall, Inggris Korban: 1 tewas

Pelaku: Seorang ekstremis Inggris yang pro pilihan Inggris keluar dari Uni Eropa membunuh anggota Parlemen Jo Cox, yang menyuarakan supaya negaranya tetap bersama UE.

13 Juni 2016 Tempat: Magnanville, Perancis Korban: 2 tewas

Pelaku: Seorang militan ISIS menyerang pasangan polisi di Perancis. Belakangan diketahui ia memiliki daftar pembunuhan, dan diminta mengubah Euro 2016 menjadi ‘kuburan massal.’

12 Juni 2016 Tempat: Orlando, Amerika Serikat Korban: 50 tewas, 53 luka-luka

Pelaku: Omar Mir Seddique Mateen membawa senapan serang AR 15 dan sepucuk pistol tewas ditembak oleh aparat keamanan setelah menembaki pengunjung klub malam

8 Juni 2016 Tempat: Tel Aviv, Israel Korban: 4 tewas

Pelaku: Dua orang ekstremis Fatah Palestina menyerang sebuah restoran populer di Tel Aviv. Serangan ini berujung pada pelarangan kunjungan orang Palestina ke Israel untuk ibada Idulfitri.

15 Mei 2016 Tempat: Derbent, Rusia Korban: 2

Pelaku: Militan ISIS membunuh dua orang polisi di perbatasan Rusia.

13 Mei 2016 Tempat: Balad, Irak Korban: 14 tewas

Pelaku: Serangan ini diketahui diinisiasi ISIS. Bermula ketika segerombolan orang tak dikenal menembaki sekitar 50 Madridista yang sedang berkumpul dan menyaksikan rekaman pertandingan klub kesayangannya menggunakan senapan AK-47.

19 April 2016 Tempat: Kabul, Afghanistan Korban: 64

Pelaku: Taliban melakukan serangan bom bunuh diri dan penembakan liar di kantor keamanan Kabul. Serangan diawali dengan ledakan dari truk bermuatan bom, yang dilanjutkan dengan 3 orang ‘pejuang’ melepaskan tembakan ke kerumunan masyarakat.

27 Maret 2016 Tempat: Lahore, Pakistan Korban: 72 tewas

Pelaku: Taliban melakukan serangan yang bertepatan dengan perayaan Paskah di Lahore. Mereka memang sengaja menarget korban dari kalangan Kristiani.

25 Maret 2016 Tempat: Alexandria, Irak Korban: 29 tewas, 60 luka-luka

Pelaku: Seorang tak dikenal meledakkan diri di stadion sepak bola. Saat itu, sedang ada pertandingan. ISIS kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini lewat pernyataan online.

22 Maret 2016 Tempat: Zaventem, Belgia Korban: 31 tewas, 270 luka-luka

Pelaku: Aksi ini diduga merupakan serangan “balas dendam” ISIS setelah kepolisian Belgia menangkap Salah Abdeslam, tersangka aksi teror di Paris, Perancis.

13 Maret 2016 Tempat: Ankara, Turki Korban: 37 tewas

Pelaku: Mobil bom meledak di area Kizilay, Ankara. Selain korban tewas, tercatat ada 125 orang luka-luka. Serangan ini dilakukan oleh Kelompok Militan Kurdi.

16 Januari 2016 Tempat: Deir-ez-Zur, Suriah Korban: 135 tewas

Pelaku: ISIS menyerbu ke Kota Deir-ez-Zur di bagian timur Suriah, dan menjadikan 400 warga sebagai sandera. Pembantaian dilakukan dalam bentuk penggal, bom bunuh diri, hingga penembakan liar. Peristiwa ini disebut sebagai pembunuhan massal paling keji yang pernah berlangsung.

15 Januari 2016 Tempat: Ouagadougou, Burkina Faso Korban: 29 tewas, 56 luka-luka

Pelaku: Sekelompok orang bersenjata menyerang Restoran Cappuccino dan Hotel Splendid yang berada di pusat kota. Sempat ada 100 orang menjadi sandera. Kelompok al-Qaeda mengklaim tanggung jawab atas serangan.

14 Januari 2016 Tempat: Jakarta, Indonesia Korban: 7 tewas, 24 luka-luka

Pelaku: 4 orang yang membawa senjata ringan dan mengenakan sabuk bom bunuh diri menyerang pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat. Belakangan diketahui serangan ini didalangi oleh Bahrun Naim, yang menjalakan perintah Al-Baghdadi, imam besar ISIS

Sebelum beraksi, ketiga teroris dari lima orang seluruhnya memang tinggal di rumah kos milik Matsani (42) di Kampung Sanggrahan, RT 2/3, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Terduga teroris bernama M.Ali (39) yang memang warga Kampung Sanggrahan yang memilihkan rumah kos itu untuk mereka. Ketiga teroris yang tinggal di rumah kos Matsani, yakni Afif, teroris yang fotonya banyak tersebar saat aksi menembak, kemudian Ahmad Muhazam dan seorang lainnya yang tak diketahui siapa namanya.

12 Januari 2016 Tempat: Istanbul, Turki Korban: 10 tewas

Pelaku: Seorang jihadis Suriah meledakkan dirinya di distrik padat turis Istanbul. 9 dari orang yang tewas merupakan warga negara Jerman. Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyebut pelakunya sebagai seorang anggota ISIS.

Tempat: Quetta, Pakistan Korban: 15 tewas, 24 terluka

Pelaku: Seorang tak dikenal meledakkan dirinya saat kampanye vaksin polio di Quetta. Sebagian besar korban tewas adalah polisi. Belakangan, diketahui pelaku merupakan anggota Taliban Pakistan atau Jaishul Islam.

11 Januari 2016 Tempat: Baghdad, Irak Korban: 32 tewas, 58 luka-luka

Pelaku: 4 orang bersenjata menerobos masuk ke mal Al-Jawhara di Baghdad dan mulai menembak membabi buta. Setelah itu, mereka meledakkan diri. ISIS, lewat media resminya, mengatakan kalau mereka berada di belakang pembantaian ini.

Tempat: Muqdadiyah, Irak Korban: 23 tewas, 51 luka-luka

Pelaku: Dua ledakan terjadi di kota ini. Pertama sebuah mobil meledak di depan sebuah kafe yang terletak di sisi timur kota. Saat orang berkumpul untuk melihat, seorang pria yang kelak dinyatakan ISIS sebagai jihadisnya, Abu Abdallah, meledakkan dirinya.

7 Januari 2016 Tempat: Zliten, Libya Korban: 47 tewas, 118 luka-luka

Pelaku: Sebuah mobil bermuatan bom meledak saat pelatihan 400 orang kader polisi. Meski tidak ada kelompok yang mengklaim, namun ISIS diduga menjadi dalang kejadian ini. Sebab, di saat yang bersamaan, mereka tengah menyerang daerah Ras Lanuf yang juga di Libya.

Tempat: Sidra, Libya Korban: 10 tewas

Pelaku: ISIS menyerang tangki-tangki minyak yang berlokasi di Sidra. Korban yang tewas merupakan penjaga tangki minyak. Sebelumnya, diberitakan serangan berlangsung di Ras Lanouf; yang belakangan diketahui aman-aman saja.

3 Januari 2016 Tempat: Kamp Speicher, Irak Korban: 12 tewas, 20 luka-luka

Pelaku: Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim tanggung jawab atas kejadian ini. Mereka mengatakan 7 tentara jihad menyerbu ke tempat pelatihan 1.200 orang calon polisi di Speicher. Tiga orang berhasil meledakkan diri, sementara sisanya berhasil dibunuh terlebih dulu.

1 Januari 2016 Tempat: Kabul, Afghanistan Korban: 2 tewas, 15 luka-luka

Pelaku: Kejadian berlangsung di restoran Le Jardin, yang populer di kalangan turis asing di Kabul. Kelompok Taliban kemudian mengklaim serangan bom bunuh diri menggunakan mobil ini.

Pada hari minggu tgl 28  agustus 2016 Telah terjadi percobaan Bom Bunuh Diri Di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep jln Dr Mansur.Yg mengakibatkan Pastor Albret S.Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri..
Dengan kronologis..Sesaat Pastor Albert S. PANDINGAN saat mau berkotbah di depan mimbar dikejar dan mw menghampiri pastor oleh seorang laki2 yg bernama

Ivan Armadi Hasugihan.Dengan menggendong Bom tersebut yg dirakit dengan pipa warna kuning sambil memegang pisau Dapur hendak menyerang pastor tersebut.Selanjutnya personil dari Den Gegana Team jibom telah melakukan sterilisasi di Gereja tersebut.

4152926e2ccbbb0aede8e4513ec65806
pemakaman salah seorang anggota jaringan teroris di Kebumen , almarhum merupakan desertir tentara TNI AD dan terlibat secara aktif dalam penyerangan terhadap Mapolsek Prembun Kebumen dengan korban 1 anggota Polri dan Pos Polisi kentengrejo dengan korban adalah : Briptu Iwan Eko Nugroho bersama Brika Wagino ditembak di Pos Polisi Kentengrejo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo 10 April 2010. Berdasarkan sejumlah barang bukti yang disita, Polri menduga kuat pelaku penembakan kedua polisi itu adalah Yuli Harsono

BUKU PENANGANAN TEROR BOM I’ll12 AGUSTUS 2015

wpid-img_20141019_111611.jpgwpid-img_20141019_111611.jpgDensus laks penyisiran kota poso

Polisiiia

odfkgdzk22.jpgimg_6546

20130808-135617.jpg

20130808-135630.jpg

20130808-135638.jpg

20130808-135644.jpg

20130808-135140.jpg

Potongan tubuh pelaku bom bunuh diri yg terjadi td pagi di depan penjagaan polres poso

Bom bunuh diri poso

2009 Gana Yudha.jpeg

131730_tamrinvsmunarman

131730_tamrinvsmunarman

1333337239861

Densus laks penyisiran kota poso

Polisiiia

Menpor (2)

bbm__1352809186007

122

huturt

cirebon21

cirebon1

bca-medan1

20120930-144855

bcaaa1

20120930-144845

20120930-144837

Salah atu fenomena resiko dan keunggulan menjadi Indonesia adalah ke Bhineka “an sumber daya manusia , alam dan permasalahannya, ketika cita-cita Ke ” Tunggal Ika “an belum terjelma sebagai kebutuhan bersama bangsa yang bernama Indonesia

cropped-99-_id_lukman-malikec2a2c2acec2a2c2ac_id_3.jpeg

huturt1.jpeg

menggali kembali identitas Ke _Indonesiaan
menggali kembali identitas Ke _Indonesiaan

One thought on “Terrorism and Radicalization !!! cancer in Indonesia

  1. ijinkan kami menanggapi video kekerasan dan kinerja densus 88 yg kita banggakan sbb:

    1. Masyarakat harus diberi pengetahuan bahwa Video kekerasan yg sengaja di Unggah di Internet awal bulan ini adalah bukan Kekerasan yg dilakukan oleh densus 88 , tapi adalah Pertempuran Kelompok teroris bersenjata melawan negara yg diwakili oleh satgas penegakan hukum Densus 88. Momentum itu terjadi tepatnya 11 dan 22 Januari 2007. Saat itu Densus berhasil menangkap lebih kurang 20 orang dgn lebih kurang 50 senjata api otomatis maupun, rakitan, dan puluhan ribu amunisi dan ratusan bom aktif rakitan. Berhadapan dgn kelompok seperti ini Densus harus melaksanakan Prosedur yg benar seperti terlihat dalam Video tersebut yaitu menyuruh orang yg menyerahkan diri keluar dengan mengangkat tangan dan kemudian memerintahkan untuk mencopot pakaiannya agar yakin bahwa orang tersebut tdk membawa bom bunuh diri di badannya, setelah yakin orang tersebut harus ditiarapkan dgn posisi ttangan terborgol di belakang. Apakah ada yg salah dgn Protap ini? Kalau ada yg salah mhn ijin mgk bisa diajarakan kepada Densus cara yg lebih benar dari itu..

    2. Selama ini setahu kami setiap ada penangkapan teroris baik tsk hidup atau mati selalu ada upaya utk menggiring opini publik dg memelintir informasi bhw densus menangkapi umat muslim dg tujuan terjadi antipati dengan densus 88.ini merupakan bagian dr pok teroris utk melakukan media handling dan meraih simpati masyarakat dan melemahkan negara.

    3. Bhw menurut kami kelompok teroris ini bkn spt pelaku2 curanmor atau 365 lainnya dimana melakukan kejahatan utk hidup sedangkan pelaku teror ini melakukan kejahatan utk mencari surga ( siap mati) dan mereka mempunyai kemampuan militer shg SOP utk tindakan kepolisian dg gunakan kekerasan tdk bisa kita samakan, spt contoh yg kami alami di poso bgt kita peringatkan dg kata2 “atas nama undang2 tempat ini sudah dikepung …..” Blm selese sdh ditembakin dr dalam rumah dan dilempar bom pipa, blm ancaman bom bunuh diri dsb….

    4. Setiap melakukan gakkum tidak ada niat sekecilpun utk bunuh orang krn prinsip kami informasi yg didptkan dg tsk hidup sangati-sangat bermanfaat, namun dinamika dlm gakkum setiap detiknya berubah itulah diskresi kepolisian kami gunakan, Saat ini lebih dr 800 org sdh ditangkap oleh satgassus densus 88 dan semua melalui proses peradilan apabila dibandingkan dg tsk yg MD saat baku tembak jauh sekali perbandingannya dan itu tdk pernah dilihat.dan setiap kesempatan kita selalu evaluasi dan dicari yg terbaik cara bertindak.

    Densus bekerja bukan atas nama perorangan atau kelompok tapi atas nama UNDANG – UNDANG, POLRI dan NEGARA demi kedamaian, keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena jaminan keamanan dari ancaman teror akan berpengaruh kepada stabilitas nasional.

    Demikian mhn maaf yg sebesar – besarnya apabila ada kata2 yg kurang berkenan.
    Counter Terrorism Special Task Force

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: