sangkur dan senjata untuk kapur dan pena

Selama ini yang terdengar atau muncul di media massa nasional adalah bagaimana kondisi papua yang sangat dinamis , dikatakan demikian adalah tidak terlepas dari kondisi kamtibmas yang aman tentram dengan tertib sipil berjalan semestinya namun dalam sekejap dapat berubah menjadi suatu kondisi yang mencekam dan menakutkan. Beberapa peristiwa penembakan terhadap anggota polri dan aparat tniLanjutkan membaca “sangkur dan senjata untuk kapur dan pena”

STRATEGI MELAWAN PENGGUNAAN INTERNET UNTUK KEGIATAN TERORISME DI INDONESIA

STRATEGI MELAWAN PENGGUNAAN INTERNET UNTUK KEGIATAN TERORISME DI INDONESIA SUATU KEHARUSAN DALAM PERUBAHAN STRATEGI TERORISME Menelisik korelasi antara : pilihan tindakan, dengan kekuatan negara dan jaringan terorisme adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Crenshaw (2003.9-11) yang menyatakan bahwa terdapat beberapa kelemahan yang menjadi pertimbangan dipilihnya tindakan terorisme oleh pihak oposan, yaitu: (a) senjata yang dimiliki pihakLanjutkan membaca “STRATEGI MELAWAN PENGGUNAAN INTERNET UNTUK KEGIATAN TERORISME DI INDONESIA”

when a “mouse” become as dangerous as bomb and weapon

PENGGUNAAN INTERNET UNTUK KEGIATAN TERORISME DI INDONESIA. BEBERAPA TEMUAN YANG MENJADI LATAR BELAKANG DALAM TULISAN INI ADALAH SEMENJAK OTORITAS NEGARA GENCAR MELAKUKAN UPAYA–UPAYA PENANGGULANANGAN TERORISME DI INDOENSIA TENYATA UPAYA PEMERINTAH TERSEBUT TELAH MEMAKSA PELAKU DAN KELOMPOK JARINGAN TERORISME DI INDONESIA MENCARI INOVASI BARU DALAM MELANCARKAN SERANGAN TEROR, MENYUSUN RENCANA, MEMBERIKAN PELATIHAN , PEMBIAYAAN, DAN REKRUITMENT,Lanjutkan membaca “when a “mouse” become as dangerous as bomb and weapon”

Dari Mumbai Ke Boston , sampai di Jakarta

DARI MUMBAI KE BOSTON, SUATU HIKMAH UNTUK KESIAPAN DAN KEWASPADAAN BENCANA BAGI SEMUA PIHAK DI INDONESIA Aksi bom Panci yang mengguncang Boston Marathon 2013 menyisakan suatu cerita yang tidak habis-habisnya bagi masyarakat Dunia, adalah bagaimana dukungan CCTV di suatu pertokoan sebagai bagian dalam Sistem Manajemen Keamanan suatu fasilitas umum menjadi demikian vital dalam mengungkap kasusLanjutkan membaca “Dari Mumbai Ke Boston , sampai di Jakarta”

RAMPOK, CURAS, DAN SENJATA API DALAM PENGAMANAN FASILITAS JASA KEUANGAN

ANTISIPASI CERDAS DALAM MENGHADAPI RAMPOK BERSENJATA Rampok bersenjata api dan kekekerasan terhadap penyelengara jasa keuangan , toko emas , termasuk terhadap kendaraan jasa hantaran ATM dalam kurun waktu belakangan cukup sering terjadi, baik dengan latar belakang sebagai upaya jaringan teroris mencari dan mengumpulkan dana aksi maupun murni suatu pencurian dengan kekerasanoleh sindikat kriminal, terdapat jugaLanjutkan membaca “RAMPOK, CURAS, DAN SENJATA API DALAM PENGAMANAN FASILITAS JASA KEUANGAN”

STRATEGI PENANGANAN INSURGENSI DAN TERORISME INDONESIA Oleh: Muhammad Tito Karnavian

STRATEGI PENANGANAN INSURGENSI DAN TERORISME INDONESIA Oleh: Muhammad Tito Karnavian Pendahuluan Sejak jatuhnya pemerintahan Orde Baru dan dimulainya era Reformasi tahun 1998 terjadi fenomena baru di bidang keamanan dalam negeri. Pertama masyarakat dikejutkan dengan lepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1998 melalui aksi referendum yang difasilitasi fihak asing, PBB. TerlepasLanjutkan membaca “STRATEGI PENANGANAN INSURGENSI DAN TERORISME INDONESIA Oleh: Muhammad Tito Karnavian”

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NO. POL. : 5 TAHUN 2005 TENTANG TEKNIS PELAKSANAAN PERLINDUNGAN TERHADAP SAKSI, PENYIDIK, PENUNTUT UMUM, HAKIM DAN KELUARGANYA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA TERORISME

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NO. POL. : 5 TAHUN 2005 TENTANG TEKNIS PELAKSANAAN PERLINDUNGAN TERHADAP SAKSI, PENYIDIK, PENUNTUT UMUM, HAKIM DAN KELUARGANYA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA TERORISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2003Lanjutkan membaca “PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NO. POL. : 5 TAHUN 2005 TENTANG TEKNIS PELAKSANAAN PERLINDUNGAN TERHADAP SAKSI, PENYIDIK, PENUNTUT UMUM, HAKIM DAN KELUARGANYA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA TERORISME”

KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN REPUBLIK INDONESIA DI BIDANG COUNTER TERORISM1 Oleh: IRJEN POL. ( Purn) Drs. ARYANTO SUTADI, M.H., M.Sc.

KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN REPUBLIK INDONESIA DI BIDANG COUNTER TERORISM1 Oleh: IRJEN POL.(Purn) Drs. ARYANTO SUTADI, M.H., M.Sc. Disampaikan pada: Counter Terrorism Seminar dengan Tema “Indonesian Legislation on CT” JCLEC-Semarang, Tanggal 17 Februari 2009 A. Pendahuluan Kejahatan terorisme2 bukanlah jenis kejahatan yang baru dikenal dalam dunia internasional, karena dari masa-masa yang lalu kejahatan terorisme telah terjadi dalamLanjutkan membaca “KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN REPUBLIK INDONESIA DI BIDANG COUNTER TERORISM1 Oleh: IRJEN POL. ( Purn) Drs. ARYANTO SUTADI, M.H., M.Sc.”

Terorisme dan radikalisasi dalam format kejahatan Transnasional

Perbedaan TPPO dan People Smugling Perbedaan antara penyelundupan manusia dengan Perdagangan Manusia bisa membingungkan. Kebingungan ini bisa menyulitkan dalam mendapatkan informasi yang akurat, khususnya dari negara-negara transit. Perdagangan manusia seringkali, tapi tidak selalu, melibatkan penyelundupan; korban pada awalnya setuju untuk diangkut di dalam sebuah negara atau melintasi perbatasan. Yang membedakan antara dua kegiatan seringkali memerlukanLanjutkan membaca “Terorisme dan radikalisasi dalam format kejahatan Transnasional”

TUMBUH KEMBANG FUNDAMENTALISME , RADIKALISME DAN TERORISME, SEBAGAI BAHAYA LATENT DI INDONESIA

TUMBUH KEMBANG FUNDAMENTALISME , RADIKALISME DAN TERORISME, SEBAGAI BAHAYA LATENT DI INDONESIA Francis Fukuyama menulis buku “The End of History” untuk menamai era baru pasca Perang Dingin. Sebuah era dunia baru dimana demokrasi dan liberalisasi ekonomi yang akan menjadi nilai dasarnya. Sebuah era baru yang akan membuat dunia lebih damai dan lebih sejahtera di bawahLanjutkan membaca “TUMBUH KEMBANG FUNDAMENTALISME , RADIKALISME DAN TERORISME, SEBAGAI BAHAYA LATENT DI INDONESIA”