Jurnal Srigunting

serba benar membuat diri kita tak mau melihat yang lain, serba tahu membuat diri kita tak mau mendengarkan orang lain

Padamu Negeri Jiwa Raga Kami

I am the police, and I’m here to arrest you.

You’ve broken the law. I did not write the law. I may disagree with the law but I will enforce it. No matter how you plead, cajole, beg or attempt to stir my sympathy. Nothing you do will stop me from placing you in a steel cage with gray bars.

If you run away I will chase you. If you fight me I will fight back. If you shoot at me I will shoot back. By law I am unable to walk away. I am a consequence. I am the unpaid bill. I am fate with a badge and a gun.

Behind my badge is a heart like yours. I bleed, I think, I love, and yes I can be killed. And although I am but one man, I have thousands of brothers and sisters who are the same as me. They will lay down their lives for me and I them. We stand watch together. The thin-blue-line, protecting the prey from the predators, the good from the bad.

We are the police.

 

Sang-ayah-memegang-foto-Brigadir-Wahyu-Syahputra
Foto: Redha/PM Anjas, ayah korban, memegang foto almarhum Brigadir Wahyu Syahputra, anggota Brimob yang tewas dibrondong teroris di Poso.

 

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Baku tembak antara aparat keamanan dan teroris jaringan Santoso kembali terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (9/2) pukul 10.00 WITA. Dalam peristiwa ini, Brigadir Wahyu Syahputra (31) anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah yang berasal dari Serdang Bedagai (Sergai), gugur dalam tugas. Dagunya tembus dibedil dari jarak sekitar 2 meter.

Kontak tembak ini terjadi di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulteng. Selain Brigadir Wahyu, dua anggota teroris yang belum diketahui identitasnya juga ikut meregang nyawa.

Info yang dihimpun, kejadian berawal dari melintasnya sebuah mobil Kijang berwarna hitam dengan nomor polisi DD 8547 QP dari arah Napu ke Poso. Pada saat mobil mendekati pos pemeriksaan, beberapa anggota Brimob yang tengah razia menghentikan dan mendekati mobil tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

Tapi belum sempat memeriksa, tiba-tiba orang yang duduk di samping sopir menembaki petugas dengan senjata api. Naas, peluru menerjang dagu Brigadir Wahyudi. Melihat itu, spontan pasukan Brimob membalas tembakan ke arah pelaku, hingga dua orang yang ada di dalam mobil tewas. Hasil pemeriksaan di dalam mobil, ditemukan satu pucuk senjata api jenis revolver, beras beberapa karung dan logistik lainnya.

“Anggota kami yang sedang melakukan tugas melakukan langkah-langkah pengamanan situasi yang ada di wilayah Poso ditembaki dari jarak sekitar 2 meter,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto. “Anggota kami terkena tembakan di dagu,” ujarnya. “Jadi total yang tewas ada 3, 1 Polri dan 2 pelaku,” terangnya. Agus mengklaim, bahwa masih ada 3 orang terduga teroris yang selamat dari gencatan senjata tersebut. Menurut dia, pihaknya sudah mengamankan ketiganya guna diperiksa lebih dalam.

“Informasinya ada lima tapi yang kena tembak ada dua. Kita juga menemukan satu pucuk senjata api,” tandasnya. Hal senada dikatakan Kepala Operasi Daerah Tinambola 2016, Kombes Pol Leo Bona Lubis. Menurut Leo, Brigadir Wahyudi mengalami luka tembak di dagu kiri tembus ke kanan. Pasca kejadian, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso. Tapi takdir berkata lain, baru beberapa menit dirawat korban yang sekarat akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. “Brigadir Wahyudi meninggal tak lama setelah dirawat di RSUD Poso,” kata Leo.

BERDUKA! Brimob Asal Sergai Tewas Diberondong Teroris

 

 

 

 

 

PALU, KOMPAS.com — Jenazah AKP Anumerta Bryan Theophani Tatontos, Jumat (21/8/2015), diterbangkan ke kampung halamannya di Manado, Sulawesi Utara. Upacara pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Kepala Polda Sulteng Brigjen (Pol) Idham Aziz di Markas Polda Sulteng.
brian-tatontos-1_20150820_171140


Pria kelahiran Manado 23 tahun yang lalu itu sejak semalam disemayamkan di Gedung Torabelo Polda Sulteng, dan rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kairagi, Manado.

Jenazah Bryan kemudian dibawa dengan mobil ambulans menuju Bandara Mutiara Sis Aljufri, sebelum diterbangkan menggunakan pesawat komersial.

Bryan adalah anak dari keluarga besar Polri. Ayahnya adalah Lody Tatontos, berpangkat kompol; sedangkan ibunya adalah Telly Lambotariang, dengan pangkat iptu. Menurut Telly, anak keduanya ini merupakan anak yang baik dan cerdas.

Sebelum Bryan tertembak oleh kelompok teroris di Pegunungan Langka, dia sempat menelepon Telly. “Dalam telepon itu, dia minta topang (bantu) doa. Dia bilang sudah tidak mandi-mandi, dia rasa gatal badannya. Dia cuma minta saya mendoakan dia. Dia cuma bilang, ‘Mama nanti pulang saya telepon’. Habis itu, terputus sudah sambungan telepon. Akhirnya, kita dengar ini kabar,” kata Telly.

download (2)

Telly mengaku tidak mempunyai firasat apa pun soal musibah yang menimpa putranya, yang pada tanggal 28 Agustus genap berumur 23 tahun.

Ibadah pemakaman Bryan akan dilakukan pada Senin, 24 Agustus mendatang, di rumahnya di Asrama Polisi Pokawa Blok F Nomor 4, Manado.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bryan, yang menjabat sebagai Komandan Kompi Brimobda Sulteng, gugur dalam kontak senjata antara polisi dan kelompok sipil bersenjata di Pegunungan Langka di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso.

Bryan tertembak di perut dan sebelah kiri pinggang. Diduga, Bryan tertembak senjata organik M 160 merek Bareta. (Baca: Perwira Gugur dalam Baku Tembak di Poso, Bendera Setengah Tiang Berkibar)http://regional.kompas.com/read/2015/08/21/12191421/Sebelum.Tertembak.Iptu.Bryant.Sempat.Minta.Doa.dari.Sang.Ibu

 

subandi1

 

http://nasional.tempo.co/read/news/2009/04/23/058172143/Polisi-Tewas-Saat-Menolong-Korban-Tersambar-Petir

TEMPO Interaktif, Banyumas: Kepala Unit Search and Rescue (SAR) Brimob Banyumas, Jawa Tengah, Bripka Subandi tewas setelah terpeleset dan tenggelam di Telaga Sunyi, di kawasan wisata Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Ia tewas saat akan menolong anggota Pramuka yang tersambar petir.

Jenazahnya Subandi ditemukan pada Rabu (23/4) malam, sekitar jam 20.30 WIB. Sedangkan korban tersambar petir yang diketahui bernama Nuryanto, 22 tahun

Peristiwa naas yang menimpa keduanya terjadi saat latihan Tim Penolong Gladi Tunggal di kawasan wisata Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Latihan itu diikuti sebanyak 39 anggota pramuka dan tujuh instruktur dari Brimob. Karena hujan deras, mereka kemudian membuat kemah di sekitar Telaga Sunyi.

Salah seorang anggota Pramuka, Nuryanto yang sedang berada di luar tiba-tiba tersambar petir dan langsung pingsan. Instruktur dan kawannya yang lain mengevakuasi Nuryanto ke posko utama di Telaga Sunyi yang berara dua kilometer.

Bripka Subandi yang juga mengevakuasi korban terpeleset masuk ke sekitar Telaga Sunyi. Anggota Brimob lain bersama Dalmas Kepolisian Resor Banyumas kemudian melakukan pencarian korban.

Ketua Panitia latihan Tim Penolong, Sukma Hayu mengatakan bahwa kondisi di lereng Gunung Slamet waktu kejadian, hujan deras dan petir. Sehingga terjadilah peristiwa itu. “Awalnya, tim SAR berhasil membawa Nuryanto dan sekitar tiga jam kemudian menemukan Bripka Subandi dalam kondisi tewas,” kata Sukma.

Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar, RZ Pancaputra mengatakan bahwa peristiwa itu murni kecelakaan karena medan yang berat akibat guyuran hujan deras.

 

Briptu Boas Akan Dimakamkan di Cikeas

Ita Lismawati F. MalauMinggu, 7 Maret 2010, 02:02 WIB

 

bioas

 

boas-cvr
VIVAnews – Salah satu anggota polisi tewas dalam penyergapan kelompok teroris di Aceh Besar, yakni Brigadir Satu Boas Maosiri alias Boy. Menurut rencana, dia akan dimakamkan di Cikeas, Bogor.

Selain Boas, dua polisi lainnya pun turun menjadi korban, yakni Brigadir Dua Darmansyah dan Brigadir Dua Hendrik Kusumo. Setelah disemayamkan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Boas akan langsung di bawa ke Bogor.

Informasi yang dikumpulkan VIVAnews, Boas akan dimakamkan pukul 08.00 WIB di Cikeas Bogor.

Sementara itu, dua anggota teroris yang tewas belum teridentifikasi identitasnya. Seluruh korban dibawa menggunakan empat ambulan dari lokasi penggerebekan.

 

 

Gugur dalam Tugas, Bripda Suherman Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta

http://nasional.kompas.com/read/2012/09/01/11292964/Gugur.dalam.Tugas.Bripda.Suherman.Dapat.Kenaikan.Pangkat.Anumerta

Sabtu, 1 September 2012 | 11:29 WIB
 s ss sss

JAKARTA, KOMPAS.com – Bripda Suherman (23), anggota Densus 88 Antiteror Polri yang gugur dalam penyergapan terduga teroris di Solo, mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Briptu Anumerta.

“Sebagai bentuk penghargaan, almarhum dinaikkan pangkatnya menjadi Briptu Anumerta,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Sabtu (1/9/2012), dalam pesan singkat yang diterima wartawan.

Briptu Anumerta Suherman lahir di Desa Padang Loang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan pada tanggal 1988. Dia merupakan anggota Korbrimob Polri. Suherman juga merupakan lulusan brigadir brimob tahun 2009 di Pusat Pendidikan Brimob Watukosek. Anak pertama dari dua bersaudara ini adalah anak dari Baharuddin dan Tahira S.

“Nanti almarhum akan dimakamkan di Pinrang, Sulsel,” ujar Boy lagi.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggerebekan dan penangkapan terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/8/2012) malam. Saat itu, sebuah sepeda motor yang dicurigai sebagai pelaku teror dipepet oleh rombongan mobil berisi anggota Densus 88.

Ketika hendak disergap, para pelaku melakukan perlawanan hingga akhirnya terjadi baku tembak. Dua orang terduga teroris tewas di tempat yakni Farhan dan Muksin. Sementara seorang anggota Densus 88, Bripda Suherman, turut gugur dalam tugasnya.

Penyergapan terduga teroris ini diduga kuat terkait dengan aksi teror yang terjadi di Solo beberapa hari belakangan. Sebelumnya, penembakan terjadi di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam. Seorang anggota Polsek Singosaren bernama Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada. Pada saat kejadian, ada beberapa anggota polisi lain yang sedang berjaga dan patroli di luar pos polisi.

Pelaku diketahui berjumlah dua orang dan datang menggunakan sepeda motor bebek. Pelaku yang menggunakan penutup wajah itu melakukan aksinya dengan cepat.

Polisi menilai bahwa aksi penembakan itu adalah tindakan teror yang terencana. Pelaku diperkirakan telah menyiapkan target pos polisi yang akan diserang. Pasalnya, aksi penembakan ke arah pos polisi merupakan yang ketiga kalinya terjadi di Solo.

Aksi teror serupa juga sempat terjadi di dua pos pengamanan (pospam) Lebaran di Solo. Penembakan dan pelemparan granat oleh orang tak dikenal dilakukan secara berturut-turut. Pertama di Pospam Simpang Gemblengan, Jumat (17/8/2012). Hal yang sama kembali terulang di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka.

 

 

 

VIVAnews – Dua anggota polisi hilang sejak Senin 8 Oktober 2012 di Poso, Sulawesi Tengah.

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/359771-dua-polisi-hilang-di-poso–diduga-diculik-teroris

Dua polisi bernama Briptu Andi Sapa anggota Polres Poso dan Brigadir Sudirman anggota Polsek Poso Pesisir hilang saat sedang mengintai tempat pelatihan teroris.
images (1)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, dua polisi itu diduga ditangkap oleh kelompok teroris.

“Sampai saat ini masih dalam pencarian. Mereka diduga diculik kelompok teror JAT. Karena saat hilang sedang memantau lokasi latihan teroris,” kata Boy Rafli kepada VIVAnews di PT Pindad (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa 16 Oktober 2012.

Boy melanjutkan, selain sedang melakukan pengintaian lokasi pelatihan teroris, Poso juga merupakan salah satu kota yang disinyalir menjadi tempat untuk kegiatan teroris. Bahkan, menurutnya, kelompok teroris yang di tangkap di Solo, Jawa Tengah, pernah ikut pelatihan di Poso.

“Sangat dimungkinkan ditangkap oleh kelompok-kelompok teroris. Karena Poso terkait dengan jaringan teroris di Solo,” ucapnya.

Untuk proses pencarian kedua anggotanya, sebanyak 400 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah setempat diterjunkan ke lokasi. “Untuk mencari dua polisi yang hilang itu,” ujar Boy. (eh)

 

 

Mabes Polri mengerahkan ratusan anggota Brimob ke Poso untuk mengejar pelaku penyerangan yang menewaskan 3 anggotanya.

http://news.liputan6.com/read/472034/video-ratusan-brimob-di-poso-buru-pelaku-penembakan

Pengejaran difokuskan di Desa Kalora, Kecamatan Tambarana, Kawasan Poso Pesisir-Sulawesi Tengah, yang menjadi tempat insiden penembakan.
Ratusan personel bersenjata lengkap ini tidak hanya berasal dari Brimob Polda Sulteng tapi juga dari Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Di kawasan yang berada di Jalur Trans Sulawesi ini, mereka menyisir lokasi yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian pelaku penembakan.

Targetnya ialah mengejar kelompok bersenjata yang pada Kamis 20 Desember pagi memberondong sejumlah anggota Brimob dengan tembakan. Akibatnya sebanyak tiga anggota Brimob tewas ditempat dan melukai tiga anggota lainnya. Menurut warga Kalora, ia sempat kaget saat mendengar rentetan tembakan sehingga sempat merunduk lantaran khawatir terkena peluru nyasar.

Ketiga korban tewas adalah Briptu Wayan Putu Ariawan, Briptu Ruslan, dan Briptu Winarto. Ketiganya langsung dilarikan rekan korban dari Detasemen 8 ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara tiga lainnya, Briptu Eko, Briptu Lumbu, dan Briptu Siswandi mengalami luka tembak sehingga mendapat perawatan intensif di ruang gawat darurat.

Insiden penembakan terjadi Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WITA saat personel brimob berpatroli di Desa Kalora menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat. Tanpa diduga, tim patroli diberondong tembakan dari arah perbukitan dan diduga dilakukan kelompok bersenjata yang diperkirakan berjumlah sembilan orang.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto menyatakan pihaknya masih mengembangkan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus penembakan anggotanya yang diduga dari kelompok teroris. Terlebih satu pelaku penyerangan berhasil ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Poso. (Ali)

 

 

PADAMU NEGERI JIWA RAGA KAMI

 

 

perakkk71

perakk31

perakk41

perakk51

perakk21

perak11

paluuu41

paluu1

paluu23

paluu31

palu22

palu11

odfkgdzk2

kentengrejo1

kenteng21

kenteng1

hjjhj

4 thoughts on “Padamu Negeri Jiwa Raga Kami

  1. terima kasih sudah berkunjung, mari bersama sama kita lakukan yang terbaik dengan memulai dari diri sendiri, dengan hal -hal sederhana dan paling mudah dilakukan sesuai kapasitas dan kedudukan kita , dan tidak menunda nunda , lakukanlah sekarang juga. selamat bertugas mengabdi melayani dan melindungi masyarakat, stay safe officer, safety first.

    Suka

  2. mohon ijin.. seperti inilah beban yang harus menjadi tanggung jawab bagi setiap personel Bhayangkara Polri, tampak mulia memang tergambar dari foto foto di atas.. tapi sangat berbeda dengan apa yang tampak menurut masyarakat kita saat ini.. Pemukulan, tindakan asusila kepada perempuan, pemerasan, keegoisan, ketidaktegasan, dan lain-lain merupakan gambaran sekelumit “moral buruk” Polri dari penilaian masyarakat kita, ditambah lagi urusan akuntabilitas Polri yang katanya “belum selesai” … yang mau tidak mau menjadi tanggung jawab kita menjawab itu semua…
    Jujur Komandan, kita para anggota Polri pun merupakan makhluk sosial yang hidup berbaur dengan masyarakat…… “gatal” sudah telinga saya mendengar penilaian buruk disampaikan oleh masyarakat yang kadang lebih terdengar seperti sumpah serapah di telinga saya..
    Mungkin ada benarnya juga penilaian masyarakat soal “moral buruk” yang harus kita perbaiki.. toh nyatanya tak sedikit dari sumber daya manusia Polri yang bekerja dengan berorientasi pada “apa yang bisa kita dapat dari pekerjaan kita” (bahkan ada anggapan dari masyarakat bahwa berurusan dengan Polisi berarti harus ”siap uang”)… Bukankah seharusnya institusi Polri ini merupakan sebuah institusi terhormat yang seharusnya menjadi wadah bagi sebuah pengabdian..
    Manusiawi memang tetap mempertimbangkan materi dalam sebuah pekerjaan, tak terkecuali kita sebagai anggota Bhayangkara Polri.. tapi seperti pepatah jawa bilang “Ngono yo ngono tapi mbok yo ojo ngono” …
    Saya pribadi pun mungkin masih jauh dari postur anggota Polri yang baik.. tapi tak ada salahnya juga dengan momen awal tahun 2013 ini kita canangkan resolusi untuk menjadi personal yang lebih baik..
    Semoga Komandan tetap istikomah untuk mewujudkan organisasi Polri yang diimpikan masyarakat kita.. dan semoga kita kelak dapat mengakhiri pengabdian kita di institusi ini dengan MARTABAT yang TERHORMAT.. amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: