saya menulis maka saya ada

dapatkan buku dalam versi ebook disini :

Dari Far Enemies ke Near Enemies di Indonesia, Surya Putra, MIK .
https://play.google.com/store/books/details?id=sGVkEAAAQBAJ

Mungkin tidak akan ada yang menduga, bahwa pada tanggal 8 Mei 2018 akan menjadi hari yang sangat panjang sekaligus menorehkan duka yang mendalam. Peristiwa penyanderaan terhadap para penyidik Densus 88/AT yang sedang bertugas di sebuah Rutan yang terletak didalam Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Sebuah rumah tahanan dengan ruangan-ruangan yang semula dirancang hanya untuk menangani personel Polri yang menjalani hukuman, maupun sempat juga dipinjam untuk menahan Gayus Tambunan yang terlibat korupsi. Sebelum peristiwa penyanderaan tersebut, tidak banyak masyarakat yang mengerti spesifikasi fisik maupun teknis rutan tersebut, sebenarnya hanyalah ruang tahanan biasa seperti pada umumnya ruang sel di Polsek maupun Polres.

Insiden penyanderaan tersebut pada akhirnya menjadi wakeup call bagi Polri maupun seluruh bangsa Indonesia, bahwa prosedur penanganan terhadap para tersangka maupun terpidana teror tidak dapat disamakan dengan penanganan terhadap maling ayam maupun jambret jalanan, apalagi dalam kondisi berkumpulnya para pelaku teror dari berbagai jaringan dalam sebuah fasilitas, tanpa kontrol dan pengawasan yang bersifat orang perorangan atau one man one cell.

Proses perubahan manajemen rutan ditandai dengan perbaikan mekanisme dan penguatan prosedur penanganan tahanan dan narapidana kasus teror. Momen ini adalah dekade baru dalam upaya penanggulangan teror secara professional.

Perubahan mendasar berikutnya adalah terhadap penguatan upaya pencegahan, penyelidikan, penyidikan, penindakan dan proses reintegrasi dan re-edukasi terhadap narapidana teror. Suatu keniscayaan yang berangkat dari berbagai dinamika terorisme yang harus terus menerus menjadi pemahaman bagi setiap anggota Polri agar dapatr mengantisipasi trend teror berupa perubahan pemaknaan far enemies dan near enemies di Indonesia.

Pada kurun waktu tahun 2000 sampai 2021 terdapat berbagai perubahan yang sangat signifikan dalam modus operandi dan pola serangan serangan teror di Indonesia.Hal ini tidak lepas dari bagaimana pengaruh lingkungan global dan regional terhadap dinamika serangan teror di Indonesia.

Suatu dekade yang menunjukkan bahwa Polri sebagai suatu entitas kini telah menjelma menjadi sasaran dari serangan teror itu sendiri. Pernyataan ini merupakan penegasan terhadap berbagai diskusi tentang: Mengapa Polri menjadi sasaran serangan teror, bagaimana serangan dilakukan, siapa yang melakukan serangan dan apa yang perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya serangan teror terhadap personil maupun markas Kepolisian di kemudian hari.

Buku ini didedikasikan kepada seluruh petugas Polri maupun para penegak hukum lainnya serta para korban kekejaman aksi terorisme di Indonesia, sebagai sebuah catatan dan renungan bahwa ada mereka yang tidak pernah kembali pulang kerumah selamanya dari tugasnya melayani dan melindungi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s