SOGILI ” BERAKSI KEMBALI”

Konflik fisik antar masyarakat di Poso Sulteng, berhasil diselesaikan dengan baik, masyarakat Kabupaten Poso kini sudah berintegrasi sebagai sesama anak bangsa Indonesia, namun ada setitik noda berupa ulah kelompok teroris yang mengklaim dirinya sebagai Mujahiddin Indonesia Timur, masih menjadi batu sandungan dalam upaya mengembalikan Poso sebagai tanah harapan semua anak bangsa untuk mencari penghidupan yang layak.


Orang bilang, kalau ke Poso jangan lupa makan Sogili, hewan khas itu sendiri bagi masyarakat di di Sulawesi Tengah adalah untuk menunjuk kepada spesies ikan sidat (Anguilla marmorata dan Anguilla celebensis) yang dikenal menghuni Danau Poso dan melakukan ruaya pemijahan ke laut Teluk Tomini, Danau Poso terletak pada di ketinggian 500 m dari permukaan laut. Luas permukaan danau 32.300 ha dengan kedalaman mencapai 450 m.


Nama Sogili juga sempat tenar ketika sosok Santoso gembong kelompok MIT pada tahun 2016 sebelum tertembak mati, sempat didapatkan dokumentasi dari anak buahnya yang tertangkap oleh Aparat Keamanan saat berusaha menyusup masuk perkampungan untuk mencuri makanan, dari sitaan beberapa dokumen foto terlihat bahwa saat di hutan, kelompok MIT Santoso menyembelih hewan-hewan yang mereka temukan untuk makan, seperti burung Rangkong dan Anoa, termasuk mereka menangkap ikan sidat atau ikan sogili, ikan endemik di Poso, lalu membakarnya seperti di foto ini:

SUMBER: https://www.tempo.co/

Bisa jadi setelah melihat dokumen sitaan tersebut, pihak Kepolisian lantas merespon sebuah Tim khusus yang bertugas untuk mencari, mengikuti jejak dan menangkap kelompok teroris MIT yang bersembunyi di kawasan pegunungan Poso, nama tim yang dibentuk adalah Sogili.
Bulan Juli tahun 2021 ini menjadi bulan penuh semangat sabagai harapan besar kondisi kamtibmas di Sulteng khususnya Poso dan sekitarnya bisa benar-benar aman dan tentram, lepas dari gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok terorisme.


Kolaborasi upaya intelijen dan pergerakan berbagai Tim kejar dari unsur TNI dan Polri yang tergabung dalam operasi Madago Raya, mulai membuahkan hasil, terjadi kontak tembak antara tim Tricakti-3 dengan kekuatan 5 personel TNI dengan Pok MIT, kontak tembak ini terjadi setelah proses mengesan jejak ( sanjak) dari co. 192983 – 9889359 sejak hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 05.30 Wita, kemudian sekitar pukul 09.00 Wita jejak mengarah kepada lokasi persembunyian bekas-bekas camp MIT, tepat pada hari Minggu, 11 Juli 2021 pukul 03.30 Wita, Tricakti-3 melaksanakan penyergapan ke Camp MIT dari jarak sangat dekat, Hasil Penyergapan dari Tim Tricakti-3 diperoleh hasil : 2 orang kelompok MIT, atas nama Ahmad Panjang dan Rukli dalam kondisi tewas, beberapa benda lain seperti : Bendera MIT , beberapa butir munisi, Bom lontong, Kompas.


Tidak lama berselang, kembali terjadi kontak tembak dengan kelompok MIT, kali ini dari unsur Tim Sogili Polri, pada tanggal 17 Juli 2021, sekitar pukul 11.00 WITA telah terjadi kontak tembak antara Tim Sogili dengan kelompok terosis MIT, di sekitar Desa Baturiti, Sausu, Parimo yang mengakibat 1 orang DPO Teroris Poso tewas ditempat, diketahui adalah atas nama Abu Alim alias Ambo alias Hanif, dari penindakan ini Tim Sogili Polri berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti : satu pucuk Senjata Revolver, Satu buah Bom, sebutir amuninsi, empat buah baterai merk ABC, sejumlah uang, satu buah parang, sebuah Kompas merk eiger, beberapa buku -buku catatan, satu buah kepala korek beserta switch dalam plastic, obat obatan, satu renteng lampu warna warni yang biasa digunakan sebagai penggalak bom rakitan dan satu buah rompi.
Proses penjejakan dan penyergapan yang melelahkan sebagaimana yang dilakukan oleh Tim Tricakti sebelumnya, bahwa keberhasilan penyergapan adalah berkat kolaborasi dan soliditas antara team Intelijen TNI dan Polri maupun BIN serta ketabahan dan ketangguhan team kejar dari unsur pasukan khusus TNI serta Polri, bekerjasama , meramu temuan informasi intelijen faktual dilapangan dan penerapan teknik tebar-tebar jaring, di kolam masing masing.


Menebar jaring untuk memerangkap target operasi membutuhkan kerjasama banyak team kejar secara simultan, agar ketika ada sasaran yang lolos dari satu jaring, mereka akan tergiring ke jaring lainnya sehingga, sasaran terperangkap dalam kondisi putus asa, yang penting adalah dukungan jaringan komunikasi yang baik, update intelijen, analisa yang canggih serta militansi pasukan kejar sebagai pasukan khusus TNI dan Polri yang senantiasa harus tabah dan mau sabar melakukan patroli, mengesan jejak dan melaksanakan ambush, pasang mata dan telinga baik baik, memelihara disiplin suara dan gerakan, karena biasanya setelah kontak, target akan lari kemana mana, tinggal tunggu di jalur pelarian mereka.

kerja keras dan militansi personil Sogili pada operasi Madago Raya pada akhirnya membuahkan hasil, tepatnya pada hari Sabtu, 18 September 2021 sekitar pukul 18.00 wib telah terjadi kontak tembak antara Satgas Madago Raya dari team Sogili-2 dengan kelompok DPO MIT di daerah Astina, Kec Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Dari kontak tembak tersebut , ditemukan bahwa terdapat 2 ( dua ) orang DPO MIT meninggal dunia, berdasarkan identifikasi oleh DVI diperoleh informasi bahwa DPO MIT yang Meninggal dunia adalah ALI KALORA dan JAKA RAMADHAN, Tkp kontak tembak pada hari Sabtu 18 September 2021 ini berada dalam jarak yang cukup dekat hanya sekitar kurang lebih 5 km dari tkp Buana Sari yang mengakibatkan teroris atas nama ABU ALIM, tertembak dan meninggal dunia


Upaya pasukan TNI dan Polri di operasi Madago Raya perlu diapresasi, perlu dukungan berupa ucapan selamat dari seluruh masyarakat Indonesia, karena tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat, maka rasanya sulit untuk memberantas bahaya laten radikalisme yang bermutasi menjadi penyakit dalam bentuk praktek kekerasan terhadap sesama anak bangsa dengan menebar teror, kelompok teroris Poso adalah sejumput penyakit teror itu sendiri, sebagian lagi aktif melakukan serangan teror dengan menggunakan media massa, bentuknya menyerang dan mengacaukan masyarakat termasuk mengadu domba, membenturkan pihak TNI dengan Polri, dua kekuatan yang paling ditakuti sekaligus paling menarik untuk disusupi oleh kelompok terorisme di Indonesia, bersatu kita teguh, bercerai Indonesia bakal runtuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s