cocokology

Memang ilmu cocokologi bakalan menjadi cabang ilmu baru yang banyak dipelajari orang, selain proses filsafat ilmunya  sederhana, proses mengumpulkan, mencerna informasi juga sangat mudah, hasilnya luar biasa mampu membuat public terhenyak, keluar dari pendapat mainstream, pokoknya makin nyeleneh makin mainstream, asalkan cocok…kata kuncinya “ nah kan”

Temuan airsfotgun yang direalese oleh Mabes Polri pasca insiden serangan terror kemaren dengan aksi Coboy bersenpi di Jakarta, bagi kaum cocokologi ajang eksistensi membuktikan kesahaihan logika teori cocokologi menjelaskan suatu fenomena, narasinya adalah : barangnya sama … AIRSOFTGUN…. Kartunya pun sama  dari BASIS Shooting Club, tetapi reaksi  Polri berbeda, yang satu mati ditempat yang lain dibawa dalam keadaaan hidup. Narasinya berkembang makin liar apalagi dibumbui dengan teori konspirasi, makin digosok makin sip, hasilnya adalah : kedua peristiwa tadi merupakan cerminan diskriminasi Polri terhadap pihak tertentu.

Baiklah, saya tidak akan membantah apalagi mendukung kesimpulan kaum cocokology diatas, namun saya lebih tertarik membahas mengapa reaksi berbeda terjadi. Seseorang atau sekelompok orang pada suatu situasi dan kondisi tertentu akan berekasi berbeda terhadap suatu aksi yang sama, begini analisanya:

Walaupun alatanya sama, pada insiden di Mabes Polri senjata sempat ditodongkan dan ditembakkan beberapa kali ke Petugas dan Pos jaga, sedangkan pada kejadian Coboy, senjata sempat ditunjukkan secara provokatif kepada masyarakat di TKP kecelakaan.

Analisa berikutnya adalah posisi petugas Polri saat di Mabes Polri berada langsung head to head dengan penyerang, sedangkan pada kejadian Coboy yang ada adalah konfrontasi penabrak dengan masyarakat, saat itu tidak ditemukan ada anggota Polri di TKP laka lantas

Melihat kedua analisa diatas, secara gamblang dijelaskan, bahwa kedua peristiwa diatas tidak saling berhubungan sehingga antara aksi yang berbeda maka pasti aka nada reaksi yang berbeda apalagi situasi dan kondisinya berbeda.

beda masalah , beda jawaban

Cocokology yang sebenarnya harusnya malah membahas bagaimana berbagai KTA perbakin seperti ini bisa berada di berbagai marketplace, dimana sampai saat ini belum ada upaya maksimal untuk memblokir akun yang menjual jasa pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin. Termasuk perlunya Kepolisian khususnya bagian Wasendak Intelijen  dan Reserse Kriminal ikut turun tangan.

Selama ini di beberapa marketplace KTA Perbakin aspal tersebut bisa ditebus dengan harga antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu, modus yang ditawarkan penjual biasanya adalah menjual unit airsoftgun / airgun lengkap KTA  komplit atau membantu membuatkan KTA  saja dengan mengirimkan identitas diri dan foto, iming imingnya adalah adanya KTA Perbakin akan menjadi jaminan keamanan apabila airsoftgun tersebut dibawa kemana-mana.

Salah kaprah inilah yang perlu ditegaskan kembali bahwa kepemilikan KTA ‘Perbakin” haruslah lewat proses diurus sendiri dengan terlebih dahulu menjadi anggota Perbakin atau Club resmi yang berada di struktur Perbakin, jadi siapa yang memiliki KTA Club tidak berarti adalah dirinya sebagai anggota Perbakin.

Setidaknya terdapat  tiga tipe KTA Perbakin :

  1. Tembak Sasaran (TS) diperuntukkan buat anggota penembak sasaran dengan jenis senapan angin serta atlet penembak senapan angin.
  2. Berburu (B), dikhususkan untuk anggota yang mahir menggunakan senjata api laras panjang dalam kegiatan berburu.
  3. Tembak Reaksi (TR), untuk anggota yang mahir kegiatan tembak reaksi menggunakan senjata api laras pendek maupun panjang.

proses panjang seseorang mendapatkan KTA Perbakin adalah aktif sebagai anggota PB Perbakin, Pengprov/Pengkab Pengkot atau Klub dengan melampirkan SK Kepengurusan, telah mengikuti pelatihan dasar yang harus diikuti serta harus lulus ujian kemapuan menembak yang diselenggarakan oleh Perbakin itu sendiri, termasuk penilaian psikotest dan rekomendasi Kepolisian dalam bentuk SKCK.

silahkan diunduh beberapa ketentuan hukum tentang senjata api maupun senjata replika dan senjata olahraga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s