kalau dulu……….. kata katanya adalah Coba baca koran !!!! sering -sering baca koran biar update perkembangan ,ini lhoo koran masuk desa , koran gratis , rakyat membaca rakyat cerdas

kalau saja dulu nenek moyang kita tahu koran koran hari ini sudah kehilangan rohnya mungkin sudah dari dulu juga nenek dan kakek melarang anak cucunya baca koran.

Berita politik yang sedang trend hari hari belakangan ini , sontak menjadi komoditas yang menjual namun dengan catatan pinggir !!! Membodohi rakyat .

Fenomena boleh sama , sudut pandang yang berbeda , tidak heran konsep framing media seperti inilah dengan dibumbui kepentingan pemilik saham koran pada akhirnya menjadi bola liar di masyarakat.

Pers yang sesuai undang undang bertanggung jawab baik terhadap isi dan kesahihan berita ternyata harus mulai menggunaka hati nurani ” mau dibawa kemana bangsa ini ”

Merujuk kepada fenomena booming quick count yang diklaim memiliki akurasi baik , walaupun tak sebaik dan setepat manual count adalah bagaima headline headline koran belakang hari ini memberikan informasi yang bisa menjadi bola liar.

Tidak semua masyarakat akan mampu mencerna isi pemberitaan , untuk itulah diperlukan tanggung nurani dan etika , bahwa profesi kuli tinta atau kuli disket saat ini sebagian oknumnya telah luntur tergerus kemauan dan agenda setting pemodal , kapitalisme mengalahkan idealisme jurnalistik ” sang penyuluh  dalam kegelapan”

idealusme yang masih membekas dalam ingatan adalah ” jurnalisme jujur dan idealis adalah pembawa umat manusia keluar dari kebodohan dan pembodohan ”
Saya menulis,maka saya ada.