Cerita lama yang terulang kembali , diawali dengan selisih paham ketika seorang agt lalu lintas yg merasa dilecehkan harga dirinya oleh seorang oknum tentara , pada akhirnya berujung pada penembakan terhadap si Tentara yg juga bersambung sampai ke penyerangan dan pembakaran markas kepolisian, dalam kurun waktu yg cukup dekat , kembali lagi terjadi di ambon , lagi lagi karena omongan yg dirasakan melecehkan , saling serang kembali terjadi .
Belom lagi dengan bantuan internet dan jejaring sosial didalamnya ! Berita dengan mudah menyebar secara real time , lintas batas , murah , cepat dan sayangnya sering anonim. Menjadi rujukan rujkan kebijakan. Semua orangdalam mengambul keputusan.

Ada benang merah yang perlu dipahami menjadi suatu kewaspadaan bangsa indonesia , mengapa konflik tni polri demikian mudah meletup , Terdapat berbagai analisa menyangkut sebab musabab konflik terjadi , entah lewat pendekatan psikologis yg kerap mengatakan adanya perasaan distrust dan perbedaan persepsi dari masing masing pihak , bisa juga dengan pendekatan ilmu komunikasi yg dsering dikutip ; adanya gangguan dalam menyampaikan pesan dari kedua pihak , termasuk pola komunikasi inter dan intra kelompok , ilmu budaya , antropologi dan sosiologi tidak lepas memberikan analisa analisa lengkap berlandaskan kajian teori yg dimiliki, mungkin sampai saat ini hanya paraspikologi dan metafisika saja yg belom memberikan analisa bahwa bisa jadi akibat pengaruh weton dan zodiak maka tni akan kerap bentrok dgn polri.

Berangkat dari istilah peribahasa jawa ” Nabok Nyilih Tangan ” ingin saya angkat adalah bahwa ketika suatu pihak saling bertarung adalah bijaksana bila suatu pihak yg secara kekuatan dan kesiapan yg dimiliki berada inferior dibawah pihak lainnya untuk menggunakan segenap daya upaya bahkan kelicikan untuk memperoleh suatu keunggulan dalam perang.

Disini saya ingin menunjukkan kutipan umum dalam ilmu perang sebagai sebuah cabang ilmu yang senantiasa berkembang semenjak manusia mengenal peradaban.

Ketika Berperang , dengan cara( head to head) hanya akan dilakukan apabila kedua belah pihak sama sama memiliki kekuatan berimbang, sedangkan pola Gerilya, merupakan pilihan logis bagi pihak yg lemah melawan pihak yang kuat , namun pola Terorisme merupakan pilihan bagi mereka yang kekuatannya paling lemah dan paling rentan melakukan perlawanan.

Kembali kepada kata kunci : Nyilih Tangan dan Terorisme dan internet .
Sering kali kita dengan. Mudah menerima dan lalu dengan mudah pula menyebarkan kembali. Kepada jaringan perkawanan kita tentang suatu isu yang lama kelamaan menyebar luas tanpa sempat di cross check maupun mendapat verifikasi yang layak .Berita menyebar dengan mudah ke segala lapisan yg pada ujungnya justru merupakan pemicu timbulnya konflik meluas dan lebih besar.

Belajar dari suatu pengamatan ! Ketika jaringan terorisme. Di indonesia. Terdesak oleh kegiatan gakkum otoritas NKRI , sehingga perampokan toko emas maupun bank pada akhirnya semakin sulit dilakukan , demikian juga ketika kawasan hutan poso dan aceh sudah tidak aman lagi buat latihan paramilitary , adalah suatu pilihan logis untuk mengoptimalkan. Internet ( website , situs jejaring sosial dll ) sbg alat melakuakan giat terorisme ( konsekuensi taktik paling masuk akal bagi kelompok yang sangat lemah )

Masa iya ??? Mari kita rujuk kepada hasil pemantauan terhadap aktivitas terorisme di Indonesia pasca eksekusi trio bom bali dulu , ambil contoh :

1. Bom. Masjid di mapolresta cirebon yg didahului oleh kegiatan propaganda terkait definisi Masjid Dhiror beberapa bulan sebelum aksi berlangsung.
2. Bom di pesantren UBK bima yang didahului dengan content how to make bomb from your kitchen mom .
3. Kasus pembunuhan thd agt polsek bolo Bima yg diketahui didahului. Dengan proses internalisasi doktrin radikal terhadap definisi Thogut dan khafirin terhadap mereka yg dipersepsikan sebagai musuh .
4. Belum lagi kasus upaya percobaan pembunuhan dengan Racun yg disasarkan ke kantin kantin kepolisian setelah muncul tulisan. How to make poison. Pada salah satu situs radikal di Indonesia.

5. Yang terakhir adalah pasca penangkapan terhadap jaringan teroris poso ! Dimana santoso dengan gagah berani. Mengirim surat undangan untuk menantang polri ( densus 88 ) bertarung secara terbuka , satu hal yg perlu diingat dalam surat tantangan tersebut adalah : adanya kalimat agar TNI tidak usah ikut campur dan diketahui juga bagaimana kemampuan IT yg dimiliki jaringan teroris ini berhasil meretas situs milik salah satu satuan TNI .

Dari penggalan penggalan petunjuk diatas kiranya kita mulai berfikir apakah kini jaringan teroris sudah ” NYILIH TANGAN ” TNI. Dalam suatu strategi CHAOS. Untuk menghajar Polri .

Dalam kemajemukan dan gempita reformasi di Indonesia yg. Pada akhirnya memisahkan TNI dan Polri menjadi suatu titik kritis , apakah TNI bisa diadu dengan Polri , atau Polri diadu dengan masyarakat , lalu TNI berkonflik dengan masyarakat .

Runtutan runtutan pemanasan. Sudah terjadi , kok tiba tiba muncul video penyiksaan. Terduga ( tersangka ) teroris di Poso , dimana video yg muncul dan akhirnya menjadi pembahasan adalah video kompilasi alias potongan potongan rekaman tahun 2007 ditambah beberapa potongan gambar lainnya ! Mirip dengan Modus pada video kasus kekerasan di mesuji yg pada akhirnya diketahui merupakan album kompilasi peristiwa kekerasan di YALA Thailand.

Ketika ” Nabok Nyilih Tangan ” disusupkan lewat oknum oknum tertentu yg secara sengaja ataupun tidak sadar. Telah ambil bagian dari menumbuhkan kebencian antar satuan . Lihat saja 2 peristiwa terakhir :terdapat kesamaan : Lantas , Razia , Tidak pake HElm , Pelecehan , Kekerasan , anarkhis !!!

Dari sedikit tulisan ini dapatlah kita menyusun langkah antisipasi :

1 . Bahwa Razia gaktib Lantas rawan digunakan sebagai titik tolak terjadinya konflik , rekan agt TNI entah sengaja atau tidak, rawan dipinjam tangannya dengan isu : ngapain pake helm , padahal kita ketahui aturan penggunaan HeLm di lingkungan TNI bahkan lebih ketat daripada di lingkungan masyarakat umum , silahkan saja berkunjung ke barak dan isntalasi milik TNI ! Tulisan Disiplin itu Indah terpajang dimana mana , belom lagi perintah mewarnai helm sesuai satuan ( kodam IV Diponegoro , mewajibkan agt TNI AD menggunakan Hem warna hijau , Kolinlamil di priok pun demikian dengan warna biru )

2. Perlu menyampaikan ke masing masing satuan baik TNI dan Polri , bahwa kita sebagai sesama anak bangsa sedang diadu domba , TNI VS Polri : yang menang teroris !!!
Kacang hijau , joget poco-poco dan olahraga bersama menjadi obat generik pasca peristiwa bentrokkan , alangkah lebih baik bila pemahaman terhadap cara bertindak teroris yg pengen nyilih tangan diberikan kepada prajurit di lapangan ! Agar mereka tahu kalau : kalah jadi abu menang jadi arang , kalau mata dibalas mata maka bisa bisa orang seIndonesia buta semua.

Waspada , Mawas diri , hentikan konflik sekarang juga !!!