LAY OUT NKP POLRI , MULAI DARI TEKNIK PENULISAN , TIP DAN TRIKNYA

contoh  produk , silahkan di klik :

contoh NKP WASKAT

NKP Pam Pemilu

 

OODA

UPDATE 21 FEBRUARI 2014

NKP ATAU BENTUKTULISAN DINAS LAINNYA SEPERTI NASKAP, TELAAHAN STAF , PRODUKINTELIJEN SAMPAI KEPADA LAPORAN SATUAN , SENANTIASA AKAN TERBAGI KEDALAM PENDAHULUAN KEMUDIAN BATANG TUBUH DAN PENUTUP

UNTUK PENDAHULUAN SECARA UMUM BERISIKAN FAKTA-FAKTA SUATU PERISTIWA ATAU BISA JUGA SEBUAH KEJADIAN YANG MENAJDI LATAR BELAKANG INTI DARI PEMBAHASAN DALAM TULISAN SELANJUTNYA. PADA PENDAHULUAN JUGA DIMASUKKAN DATA –DATA YANG MENDUKUNG PERISTIWA YANG INGIN KITA BAHAS , MISALKAN BILAMANA AKAN MENGULAS TENTANG PENYIDIKAN TERHADAP PELANGGARAN DISIPLIN ANGGOTA POLRI DI SALAH SATU WILAYAH , MAKA AKAN LEBIH BAIK BILAMANA DISERTAKAN TREND ATAU PERKEMBANGAN PELANGGARAN DISIPLIN DIWAKTU SEBELUMNYA. SEBAGAI PENUTUP DI BAGIAN PENDAHULUAN ADALAH PENEGASN YANG BIASA DISEBUT RUMUSAN MASALAH, ATAU PERSOALAN , MAKSUDNYA AGAR TULISAN KITA INI JELAS RUANG LINGKUPNYA, SEBAGAI CONTOH BILAMANA MEMBAHAS TENTANG PELANGGARAN DISIPLIN TENTUNYA RUANG LINGKUP BAHASAN NANTINYA ADALAH : PELANGGARAN DISIPLIN, PELAKU PELANGGARAN DISIPLIN, PENEGAK HUKUM DISIPLIN, FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TERJADINYA PENAGGARAN DISIPLIN DAN PENEGAKKAN DISIPLIN SERTA YANG PASTI LOKASI PENULISAN TIDAK AKAN KEMANA MANA, BILA MENGAMBIL LOKASI DI TINGKAT POLSEK ARTINYA YANG DIBAHAS YA TINGKAT POLSEK BUKAN PADA TINGKATPOLRES.

KEMUDIAN UNTUK BATANG TUBUH UMUMNYA BERISIKAN KONDISI SAAT INI , YANG MENCERITAKAN SEGALA ASPEK YANG TERKAIT LANGSUNG DENGAN PERMASALAHAN YANG DITULIS PADA PENDAHUUAN DIATAS , BILAMANA KITA HENDAK MENULIS TENTANG PELANGGARAN DISIPLIN ANGGOTA POLRI DI TINGKAT POLSEK ARTINYA KONDISI SAAT INI YANG DIBAHAS ADALAH DARI ASPEK JENIS PELANGGARANNYA, ASPEK HUKUMANNYA, ASPEK PELAKUNYA , ASPEK PENYISIKNYA , ASPEK KEBIJAKAN KAPOLSEK DAN ASPEK LEGAL LAINNYA YANG TERKAIT SECARA LANGSUNG TERHADAP PERISTIWA TADI.
SETELAH SELESAI MEMBAHAS KONDISI SAAT INI AKAN DILANJUTKAN DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH , SECARA UMUM FAKTOR TERDIRI DARI FAKTOR KEBIJAKAN ATAU INSTRUMENTAL BAIK YANG SIFATNYA NASIONAL, REGIONAL MAUPUN ATURAN KHUSUS POLRI , CONTOHNYA DALAH PERKAP TENTANG HUKUMAN DISIPLIN , KUHP, KUHAP, DAN PERATURAN LAINNYA .

FAKTOR PENGARUH YANG KEDUA ADALAH LINGKUNGAN ATAU ENVIROMENTAL YANG BERSAL DARI INTERNAL POLRI ( POLSEK YANG DIMAKSUD) ATAU EKSTERNAL POLRI , YAKNI LINGKUNGAN MASYARAKAT.

TAHAP PENULISAN BERIKUTNYA ADALAH MEMBUAT YANG NAMANYA KONDISI IDEAL YANG DIHARAPKAN , CARANYA MUDAH SAJA , COBA LIHAT KEMBALI PADA TAHAP KONDISI SAAT INI.BILAMANA PADA KONDISI SAAT INI DITEMUKAN ADALAH …….. BELUM ADANYA ; TDAK BISA ; TIDAK OPTIMAL SUATU KEADAAN MAKA PADA KONDISIIDELA YANG DIHARAPKAN ADALAHA DENGAN ADANYA KONDISI :…. ADANYA , BISA, OPTIMAL SUATU KEADAAN.
SELESAI MENGIDENTIFIKASI KONDISI IDEAL SEBAGAI SUATU CITA-CITA TENTUNYA KITA DIMINTAKAN SOLUSI ATAU TEROBOSAN YANG HARUS DILAKUKAN AGAR KONDISI IDEAL ITU DAPAT DIWUJUDKAN , PADA TAHAPAN INI TULISAN SUDAH MENGARAH KEPADA UPAYA YANG DILAKUKAN.
TAHAPN MENULIS UPAYA YANG DILAKUKAN BERISIKAN ANALISA TERHADAP KONDISI SAAT INI, DENGAN FAKTOR YANG BERPENGARUH DITAMBAH KONSEP DAN TEORI YANG RELEVAN AGAR TERCIPTA KONDISI YANG IDEAL;
SECARA MUDAH DAPAT DIGAMBARKAN : KONDISI SAAT INI ( KUALITAS PENYIDIK PROPAM SANGAT RENDAH ) + FAKTOR YANG BERPENGARUH ( PERKAP TENTANG GAR DISIPLIN SUDAH ADA, ANGGOTA BELUM DIKJUR PROPAM, TIDAK PUNYA KOMPUTER ) + TEORI ATAU KONSEP YANG MENDUKUNG/ RELEVAN ( TEORI MANAJEMEN GEORGE R TERRY DAN KONSEP SWOT FREDY RANGKUTI ) = KONDISI IDEAL ( PENYIDIKAN GAR DISIPLIN OLEH AGT PROPAM BISA OPTIMAL, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL )

TAHAPAN TERAKHIR ADALAH PENULISAN KESIMPULAN DAN SARAN SERTA REKOMENDASI
KESIMPULAN MERUPAKAN TAHAPAN YANG PALING SULIT , KARENA KESIMPULAN MERUPAKAN RANGKUMAN DARI : PERSOALAN + KONDISI SAAT INI+ FAKTOR YANG BERPENGARUH+ KONDISI IDEAL +UPAYA YANG DILAKUKAN MENJADI 1 PARAGRAF
KEMUDAIN SARAN HARUS DIBEDAKAN DENGAN REKOMENDASI , SEBAGAI CONTOH UNTUK SARAN LEBIH SIFATNYA KEPADA ORGANISASI SECARA INTERNAL YANG DIJADIKAN OBYEK TULISAN , CONTOH : KARENA TULISAN TENTANG GAR DISIPLIN AGT POLSEK X MAKA SARANYA DALAH KEPADA KAPOLSEK X SAJA SEDANGKAN REKOMENDASI ADALAH SARAN UNTUK PIHAK DILUAR / EKSTERNAL LOKASI TULISAN , SEPERTI KAPOLRES X MAUPUN KASI PROPAM POLRES X DAN MASYARAKAT DI WILKUM X

CATATAN: DALAM MEMULAI SUATU TULISAN USAHAKAN JANGAN MEMBUAT JUDUL TERLEBIH DAHULU, NAMUN TENTUKAN TEMANYA SAJA SERTA RUANG LINGKUP TULISAN NANTINYA, BILAMANA MENGEJAR JUDUL LENIH DAHULU SECARA TIDAK LANGSUNG TULISAN YANG DIBUAT MALAH TERJEBAK MUTER MUTER NGGAK KARUAN.

SEPERTI TEMA SIP SAAT INI “ DG SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI, SETUKPA LEMDIKPOL MEMBENTUK FIRST LINE SUPERVISOR YG BERMORAL, PROFESIONAL, MODERN DAN UNGGUL SERTA MEMILIKI KARAKTER KEBHAYANGKARAAN DLM PELAKSANAAN TUGAS KEPOLISIAN GUNA MENSUKSESKAN PEMILU THN 2014”
YANG DILAKUKAN ADALAH MEMECAH DULU BAGIAN PERBAGIAN ATAU VARIABEL JUDUL DIATAS MENJADI :
1. SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI
2. SETUKPA LEMDIKPOL MEMBENTUK FIRST LINE SUPERVISOR
3. BERMORAL, PROFESIONAL , MODERN DAN UNGGUL, KARAKTER BHAYANGKARA
4. TUGAS KEPOLISIAN
5. PEMILU 2014

DARI BREAK DOWN TERHADAP VARIABEL JUDUL DIATAS DAPAT KITA RANCANG KISI KISI / RUANG LINGKUP SEBAGAI BERIKUT :
1. SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI :
DITERJEMAHKAN MENJADI KEINGINAN MASYARAKAT TERHADAP POLRI YANG BAGAIMANA :….. AMBILAH CONTOH TRANSPARANSI PENYIDIKAN

  1. SETUKPA LEMDIKPOL MEMBENTUK FIRST LINE SUPERVISOR
    DITERJEMAHKAN SEBAGAI PRODUK SETUKPA YAITU PERWIRA PERTAMA ( IPDA ) DENGAN JABATAN MULAI DARI PANIT, KANIT, DANTON, DSB OTOMATIS TANGGUNG JAWAB DAN OTORITASNYA SELEVEL DENGAN SEORANG PAMA TADI.
  2. BERMORAL, PROFESIONAL , MODERN DAN UNGGUL, KARAKTER BHAYANGKARA
    DITERJEMAHKAN SEBAGAI BENTUK PERILAKU YANG HARUS DITAMPILKAN SEORANG PAMA

  3. TUGAS KEPOLISIAN
    TUGAS KEPOLISIAN DILIHAT DARI STRUKTURNYA ADALAH PEMBINAAN KEKUATAN ATAU STAFF PEMBANTU PIMPINAN DAN UNSUR PELAKSANA UTAMA

  4. PEMILU 2014
    ADALAH OUTPUT DARI MOMEN KEGIATAN KITA

BERIKUT INI AKAN SAYA COBA SAMPAIKAN BEBERAPA RUMUSAN JUDUL
1. UPAYA KANIT PROPAM MENINGKATKAN KUALITAS PENYIDIKAN TERHADAP PELANGGARAN DISIPLIN ANGGOTA POLSEK X GUNA MENJAMIN AKUNTABILITAS POLRI DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2014
2. UPAYA DANTON BRIMOB MENINGKATKAN KEMAMPUAN SAR MENGANTISIPASI BENCANA ALAM SECARA PROFESIONAL SELAMA PENYELENGGARAAN PEMILU 2014
3. PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PERSUASIVE BAGI PENYIDIK LAKA LANTAS TERHADAP KETERIBATAN ANAK SEBAGAI PELAKU LAKA LANTAS SELAMA PEMILU 2014.
4. PENINGKATAN KESIAPAN PERSONIL SIE REN MELALUI ACARA JAM PIMPINAN GUNA EFEKTIFITAS DUKUNGAN ANGGARAN OPERASI DALAM PEMILU 2014

DEMIKIAN TULISAN SINGKAT INI SEMOGA BISA MEMBANTU

BERIKUT ADALAH CONTOH PAPARAN NKP YANG BISA DIJADIKAN REFERENSI SEKALIGUS ILHAM UNTUK MENULIS
laka lantas pelaku anak anak

A. UMUM
1. Salah satu persyaratan dalam seleksi Pendidikan Pengembangan Polri dalam bidang akademik adalah membuat suatu Naskah Karya Perorangan.
2. Persyaratan pembuatan Naskah Karya Perorangan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kemampuan calon pasis dalam mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu yang telah dialami/diketahui Mahasiswa dalam penugasannya.

B. TOPIK/TEMA
1. Topik/tema bukan merupakan suatu judul tetapi merupakan titik atau issue sentral yang didalamnya terkandung sejumlah permasalahan potensial.
2. Dari topik/tema tersebut dapat diangkat sejumlah permasalahan spesifik yang bila salah satunya dihubungkan dengan bidang tugas atau pengalaman di wilayah penugasan anda, dapat merupakan permasalahan aktual yang menarik untuk dibahas dalam suatu Naskah Karya Perorangan yang disusun secara sistematis, obyektif dan rasional.

C. JUDUL
Judul adalah Permasalahan aktual yang dirumuskan dalam bentuk kalimat dan merupakan “nama” dari Naskah Karya Perorangan yang anda buat.
1. Kemampuan merumuskan judul dengan tepat, akan menyajikan suatu penulisan yang baik dan berbobot dan merupakan salah satu kriteria penilaian.

  1. Judul hendaknya :
    a. Bermanfaat dan bersifat aplikatif dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
    b. Dibuat singkat tetapi menunjukan kejelasan dan sesuai dengan pokok permasalahan.
    c. Bukan merupakan kalimat pertanyaan.
    d. Tidak menimbulkan penafsiran yang beraneka ragam.
    e. Tidak terlalu luas, cukup spesifik artinya mempunyai ciri tersendiri, bukan mencontoh dan asli hasil karyanya sendiri.
  2. Perumusan Judul :
    a. Pilih salah satu topik/tema yang disenangi dan tentukan permasalahan potensial yang terkandung didalamnya (sub topik/tema).
    b. Kaitkan sub topik/tema tersebut dengan issue lain yang anda kuasai atau sesuai dengan daerah penugasan atau batasi pada suatu kasus tertentu yang anda alami atau ketahui.
    c. Sebagai contoh, misalnya anda memilih topik Otonomi Daerah dan Pembinaan Polri.
    1) Dari topik/tema tersebut anda angkat salah satu masalah potensial “ Perpolisian masyarakat”.
    2) Dari sudut percepatan pencapaian sasaran fungsi Polri : “ Perpolisian masyarakat dapat diwujudkan melalui cara Siskamling “.
    3) Dari kedua sub topik/tema tersebut anda dapat mengangkat issue pokok : “ Siskamling sebagai upaya Perpolisian masyarakat dalam mencegah kejahatan”.
    4) Kemudian batasi dengan tempat/kesatuan anda misalnya dengan judu “ Siskamling sebagai upaya Perpolisian masyarakat dalam mencegah kejahatan di Polres Gresik”.

D. TATA URUT/SISTIMATIKA PENULISAN NKP
Bab I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang permasalahan pemilihan judul NKP, permasalahan dan identifikasi dalam persoalan, ruang lingkup pembahasan NKP, tujuan dan manfaat penulisan, metode pendekatan, tata urut penulisan NKP.
Bab II : LANDASAN KONSEPTUAL
Dalam bab ini dibahas tinjauan umum terhadap hal-hal yang berkatian dengan landasan konseptual yang digunakan dan terkait dengan permasalahan yang menjadi pokok bahasan dalam penulisan naskah ini. Landasan konseptual digunakan untuk menganalisa konsepsi pemecahan masalah serta untuk membahas fakta-fakta ataupun kenyataan yang diangkat dalam penulisan NKP.
Bab III : KONDISI SAAT INI
Bab ini menjelaskan tentang kondisi permasalahan yang ada saat ini, kondisi sumber dayanya, uraian tentang personelnya sarana dan prasarananya, anggaran dan metode yang dijalankan selama ini.
Bab IV : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Bab ini menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan yang ada selama ini, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Bab V : KONDISI YANG DIHARAPKAN
Dalam bab ini dibahas tentang perubahan dari kondisi saat ini menjadi kondisi yang diharapkan yang menggambarkan adanya perubahan kondisi yang mengarah lebih baik.
Bab VI : UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN
Bab ini akan menjelaskan tentang upaya-upaya dalam meningkatkan kondisi yang ada saat ini untuk menjadi lebih baik seperti kondisi yang diharapkan.
Bab VII : PENUTUP
Bab ini sebagai penutup dari keseluruhan uraian NKP, yang berisi tentang kesimpulan yang merupakan jawaban dari permasalahan dalam NKP dan rekomendasi yang berisi tentang saran maupun masukan yang berguna dan dapat diimplementasikan dilapangan.

E. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :
1. Penulisan NKP ditulis dengan pulpen/ball point warna hitam pada kertas double folio bergaris yang telah disediakan dan tidak bolak-balik.
2. Tulisan jelas dan mudah dibaca.
3. Penulisan makalah minimal 8 (delapan) halaman.
4. Disediakan waktu selama 4 (empat) jam.

F. DAFTAR PILIHAN TOPIK/TEMA
Berikut ini ada beberapa TOPIK/TEMA yang menjadi sasaran prioritas yang harus dicapai oleh Polri. Pilihlah salah satu topik/tema dibawah ini untuk dijadikan JUDUL dalam penulisan Naskah Karya Perorangan. Adapun topik/tema tersebut adalah sebagai berikut :

DAFTAR PILIHAN TOPIK/TEMA UNTUK
PEMBUATAN NASKAH KARYA PERORANGAN

  1. PENANGANAN PERKELAHIAN PELAJAR.
  2. MENGUNGKAP JARINGAN TERORISME.
  3. MENGATASI MASALAH KEMACETAN LALU LINTAS.
  4. PENEGAKAN HUKUM SECARA PROFESIONAL DAN PROPOSIONAL.
  5. PEMBERDAYAAN FUNGSI HUMAS POLRI.
  6. MENINGKATKAN KUALITAS SDM POLRI.
  7. PELAYANAN PRIMA POLRI.
  8. PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT.
  9. PENANGGULANGAN UNJUK RASA ANARKIS.
  10. PENANGGULANGAN KEJAHATAN TRANS NASIONAL.
  11. PENANGGULANGAN BENCANA ALAM.
  12. PENANGGULANGAN KONFLIK SOSIAL / SARA.
  13. PENGGUNAAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEPOLISIAN.
  14. REVITALISASI KEMITRAAN POLRI DENGAN MASYARAKAT.
  15. PEMELIHARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT.