MEKANISME DUKUNGAN OPERASI KEPOLISIAN oleh DIREKTORAT POLISI UDARA TERHADAP KEWILAYAHAN

meningkatkan daya operasional Polri serta bantuan kepada instansi terkait maupun masyarakat.
3). Melaksanakan kegiatan pengejaran pelaku tindak pidana dengan mobilitas tinggi, pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap masyarakat.
4). Memberikan pertolongan dan penyelamatan masyarakat yang terkena bencana alam.
5). Mengelola sumber daya manusia secara profesional dalam mencapai tujuan .
6). Mengelola materiil secara profesional guna meningkatkan usia pakai dan kesiap siagaan.

– Visi dit Pol udara adalah sbb :
Terdukungnya setiap kegiatan dan operasi kepolisian terpusat maupun dikewilayahan dalam rangka memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat serta penegakan hukum.

– Kedudukan, tugas dan fungsi Dit Pol udara adalah :
a. Kedudukan : Direktorat Kepolisian Udara Yang Disingkat Dit Pol Udara Adalah Unsur Pelaksanan Utama Yang Berkedudukan Dibawah Dan Bertanggung Jawab Kepada Kepala Badan Pembinaan Keamanan.
b. Tugas : Dit Pol Udara Bertugas Menyelenggarakan Dan Membina fungsi Kepolisian Udara Dalam Batas Kewenangan Yang Ditentukan Di Bidang Kedirgantaraan Di Seluruh Wilayah Republik Indonesia Dalam Rangka Melayani,Melindungi, Mengayomi Dan Menyelamatkan Masyarakat Serta Melakukan Penegakan Hukum, Memberikan Dukungan Taktis Dan Teknis Operasional Baik Kepada Mabes Polri Maupun Kepada Satuan-Satuan Kewilayahan
c. Fungsi : Dalam melaksanakan tgs kepolisian udara menyelenggarakan fungsi :
1). Perumusan, pengembangan petunjuk dan prosedur pelaksanaan fungsi Kepolisian Udara.
2). Penyelenggaraan pengawasan dan pemberan arahan dalam rangka menjamin terlaksananya tugas sesuai petunjuk dan prosedur pelaksanaan fungsi Kepolisian Udara.
3). Penyelenggaraan Operasional Kepolisian pusat dalam rangka pengamanan wilayah berupa deteksi, patroli, pengawalan, pengejaran, penegakan hukum dan Pembinaan Potensi Dirgantara Nasional Serta Kegiatan Pencarian dan Penyelamatan (SAR).
– Unsur operasional pelaksana Dit Pol udara sbb :
a. Pesawat / Helikopter
b. Awak Pesawat / Helikopter :
1). Penerbang.
2). Mekanik
3). FOO (Flight Operation Officer)
4). Pramugari.
c. Perlengkapan pendukung lainnya (sesuai kebutuhan).

– Bagaimana permasalahan internal yang terjadi di Pol udara Kepolisian Republik Indonesia :
a. Struktur organisasi Dit Pol Udara Belum lengkap, belum ada jabatan dibawah Kasi, masih ada jabatan Kasubdit yg kosong.
b. Masih kurangnya jumlah penerbang bila dibandingkan dengan jumlah pesawat. Jumlah idela penerbang bila dibandingkan dengan jumlah pesawat 1 : 2,5.
c. Banyaknya penerbang yang minta berhenti karena ingin kerja di penerbangan sipil.
d. Duk BBM hanya 18 % dari kebutuhan
e. Dukungan anggaran Operasi Kepolisiannal dan pemeliharaan hanya 14% dari kebutuhan

– Bagaimana permasalahan eksternal di Pol udara :
a. Masih minimnya Pemahaman para Kasatwil tentang penggunaan unit Operasi Kepolisiannal Dit Pol Udara.
b. Ada perasaan takut / ragu para pejabat satwil dibawah Kapolda untuk mengunakan Unit Operasi Kepolisiannal Pol Udara
c. Tidak adanya dukungan anggaran Unit Operasi Kepolisiannal Dit Polud dalam DIPA Satwil.

II. Referensi / Materi Tambahan.

– Bagaimana mekanisme dukungan Pol udara terhadap kepolisian kewilayahan sbb :
Permintaan Unit Operasi Kepolisiannal Pol Udara oleh satuan kewilayahan.
a. Kasatwil / Kapolda membuat surat permintaan dukungan unit Operasi Kepolisiannal Dit Pol Udara kepada Kapolri U.P. Kababinkam Polri.
b. Surat permintaan berisi penjelasan terhadapkegiatan yang akan dilaksanakan serta unit Operasi Kepolisiannal aa yang diperlukan.
c. Kababinkam memerintahkan Dir Pol Udara untuk menyediakan unit Operasi Kepolisiannl yg diminta (Pesawat/Helikopter, awak dan dukungannya)

III. Tanggapan / Pendalaman.

– Bagaimana kegiatan operasional Dit Polisi udara yang menonjol sepanjang tahun 2009 – 2010 ?
1. Operasi Kepolisian Mantab Brata di 21 Polda
2. Operasi Kepolisian Sikat Rencong Polda NAD, melibatkan 1 unit Heli Bell 412 dan 1 unit Pesawat Skytruck M 28
3. Operasi Kepolisian Puri Agung I Polda Bali , melibatkan 1 unit Heli Dauphin AS 365 N3
4. Operasi Kepolisian Bunaken Samprat I & II di Polda Sulut, melibatkan 1 unit Heli Dauphin AS 365 N3
5. Operasi Kepolisian Illegal Logging Polda Kaltim 1 Heli Dauphin AS 365 N3
6. Operasi Kepolisian Kemanusiaan Penanggulangan Gempa Bumi di Sumbar , melibatkan 4 unit Heli dan 4 unit Pesbang.
7. P’gulangan Terorisme di Jateng, melibatkan 3 unit Pesbang & 1 unit Heli.
8. Operasi Kepolisian Ketupat / Operasi Kepolisian Lilin.
9. Operasi Kepolisian P’gulangan Separatis Papua, melibatkan 3 unit Pesbang
10. Operasi Kepolisian Jaring Natuna 2009, libatkan 2 unit Heli & 2 unit Pesbang.
11. Operasi Kepolisian Hutan Lestari 2010 di Polda Papua, melibatkan 1 unit Heli Dauphin AS 365 N3
12. Lat IMAR Bersinar Polda Sumut, melibatkan 1 unit Heli Dauphin AS 365 N3
13. LATMA Indonesia Philipina (MARLEX) di Polda Sulut, melibatkan 1 unit Heli Dauphin AS 365 N3.
14. Lat Penangulangan Bencana Alam di Polda Bengkulu, libatkan 1 unit MI-2 Plus