Sorry  repost dari milis tetangga,

Membanggakan, mungkin ini (menurut saya) kata yang bisa mewakili perasaan saya saat membaca postingan yg menceritakan detil perjuangan anggota Polantas (asuhan kang Asep) melawan dorongan emosi dan arogansi (yg mungkin sbenarnya masih tersisa hampir di semua petugas). Mendekati bulan suci Ramadhan, dua rekan kita ini mengingatkan dan membawa kita untuk lebih cepat mempersiapkan diri dlm menghadapi perang yg lebih besar dari perang Badar, yaitu perang melawan hawa nafsu.

Di saat Polri laris menuai terpaan skeptisme masyarakat, cerita2 seperti yg terjadi di kdi, memang layaknya “oase” di tengah gurun kering keletihan, menjadi obat kuat agar Polri mampu tunjukan lagi,lagi,dan lagi..kebesaran jiwa selaras kebesaran tugasnya.

Kang Asep, buat akang rasanya peristiwa ini tidak bisa dianggap kecil. Karenanya satu judul buku saja mungkin belum cukup untuk membendung curahan hati kang Asep dalam mendokumentasikanny a sebagai sebuah sejarah. Kami para penggemar tulisan akang sangat menunggu lahirnya ulasan, laporan, kupasan sosiologis, yuridis, psikologis dan adonan bumbu tulisan akang yang saya yakin bermanfaat bagi Polri. Mungkin banyak cerita serupa, tp tak ada kang Asep di situ. Ide besar di tangan besar Asep. We are waiting

Barusan setelah konfirmasi dengan anggotanya kang asep ph kasat lantas
Brig Thamrin & Brip Ismail yang teruji
Kesabarannya setelah menerima sosialisasi perkap 01 dan 08 th 2009

Awalnya anggota mencurigai adanya mobil mewah yang plat no.nya berlapis lapis Ketika sedang menjaga pos di depan Mall mandonga!

Brig Thamrin mendekat hendak memeriksa Kelengkapan surat2 namun dijawab dengan menurunkan kaca setengah berkata,”kenapa? ,sy buru buru mau olah raga!” Kemudian mobil pergi tidak mengindahkan petugas.

Brip Ismail menghalangi mobil meminta
Berhenti namun tetap tidak indahkan
Hingga dikejar 500m dan dihentikan paksa andri turun dr mobil dan berteriak
KENAPA!! . .Brig Thamrin menyampaikan tolong perlihatkan SIM dan STNK dan dijawab, KENAPA CARI CARI KESALAHAN?,SY TIDAK BAWA SIM,, KAU TIDAK TAU KAH? INI MOBIL DT 1 E PUNYA WALIKOTA, SY ANAK WALIKOTA . .
SY BURU BURU.

Brig Thamrin menyampaikan no.platnya dobel yaitu DD 70.. .. Dan DT 1 AS semuanya plat hitam tidak ada plat dinas ********* DT 1 E ,namun   Mr.A  ngotot dan bilang
..TANYAKAN SAJA  ATASANMU!!,kemudian
Brip Ismail mengeluarkan tilang dan menilang namun  Mr. A  tetap ngotot tidak menerima dengan menunjuk nunjuk dan mengatakan POLISI HANYA MENYUSAHKAN DAN MERESAHKAN MASYARAKAT  SAYA AKAN LAPORKAN KAMU. .

 

Mr. A  tidak mau tanda tangan Tilang
Sehingga ISMAIL menulis di blangko tilang “tidak mau td tgn”, Mr. A  berteriak
KAMU MEMALSUKAN TANDA  TANGAN SAYA! . . Dan menghampirinya ismail dengan marah namun masyarakat yang ramai sampai memacetkan jalan sempat menghalanginya namun Mr. A  sempat 2x menginjak kaki Ismail namun kedua anggota tetap sabar!walaupun makian tidak berhenti live report ada di TV.

Akhirnya di TKP setelah ajudan babe Mr A  datang situasi terkendali dan mobil dibawa
Ke mako sepanjang jalan Mr A dikawal ajudan babenya nelpon kemana mana!

Salut buat anggotanya asep yang sudah mampu mengendalikan diri dengan sabar, ini semua berkat ph kasat lantasnya Akp Asep IR,SIK yang selalu berikan arahan setiap pagi!

Niatkan semua utk ibadah kpd Allah SWT, Keep Silaturahmi dan menebar kebajikan.”Raih kesuksesan dalam bingkai kebersamaan”

Yang mau liat vid nya
http://video. liputan6. com/videodetail/ 200908/241200/ Anak.Walikota. Kendari.Marah. Saat.Ditilang
Live lgs dr TKP!

Kebahagian dari setiap negara lebih bergantung pada watak penduduknya daripada bentuk pemerintahannya. (Thomas Chandler Haliburton 1796-1865)